Mengenal Tembakau Gorila, Ternyata Bahaya

Masih ingat dengan Tembakau Cap Gorila? Tembakau Gorila dulu sempat terkenal, sekitar tahun 2015-2016 lalu. Seperti namanya, tembakau Gorila konon sejenis tembakau yang terdiri dari tembakau dan cengkeh. Lantas apa pentingnya membahas tembakau Gorila yang belakangan diketahui sebagai tembakau sintetis yang berbahaya?

Lintingan Tembakau Gorila

Kasus Komika Fico Fachriza

Fico Fachriza merupakan Stand Pp Comedian yang lahir pada 24 Mei 1994. Ia dikenal ketika mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ketiga di tahun 2013 lalu.

Kasus narkoba yang menjerat Fico Fachriza inilah alasan kenapa tembakau Gorila ramai dibicarakan kembali. Sudah pahamkan alasan kenapa tembakau Gorila berbahaya? 

Menurut pihak kepolisian, Fico Fachriza terbukti positif (urine) memakai narkoba jenis tembakau sintesis atau yang lebih dikenal dengan tembakau gorila alias ganja buatan.

Tembakau Gorila Termasuk Golongan Apa?

Bagi yang belum kenal dengan tembakau gorila dan kenapa disebut ganja buatan, baca terus artikel ini. Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Narkotika Nasional (BNN), tembakau gorilla atau disebut juga tembakau super merupakan jenis tembakau yang bisa menimbulkan efek mirip dengan ganja.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN, tembakau gorilla mengandung bahan aktif ganja sintetik, yaitu 5-fluoro ADB. Zat ini berbahaya setelah munculnya 10 kasus kematian di Jepang, di mana para korban mengalami asfiksia (kekurangan oksigen dalam tubuh dan peningkatan akumulasi karbondioksida).

Harga Tembakau Gorila

Harga Tembakau Gorila dan Variannya

Harga tembakau Gorila tentunya sangat variatif. Ada yang menjual seharga jutaan rupiah, ratusan ribu, bahkan Rp.25 ribu. Tergantung berat dan jumlahnya. Karena dianggap sebagai alternatif ganja, tembakau gorila ini ada yang menjadikannya rokok lintingan yang di jual kisaran Rp.25 Ribu - 35 Ribu per batang.

Semula, tembakau Gorila sempat di legalkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan di tahun 2017. Saat itu tembakau gorila dimasukan dalam kelompok narkotika golongan satu, artinya hanya boleh digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Setelah dilarang penggunaannya secara bebas, tembakau gorila menjadi varian lain (ganti merk) untuk menyamarkan pihak berwenang. Nama-nama varian tembakau gorila yang sempat beredar adalah Tembakau Hanoman, Tembakau Natareja, dan Tembakau Sun Go Kong.

Efek Tembakau Gorila

Melansir hai Efek samping tembakau Gorila sangat berbahaya. Julukan 'gorila' yang tersemat di jenis tembakau ini pun berasal dari testimoni para pemakainya.

"Rasa nge-fly nya itu seperti tertimpa gorila," begitu kata mereka yang pernah mencoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap tembakau gorilla adalah jenis tembakau yang dapat menimbulkan efek mirip ganja. Pemakai tembakau gorila dapat merasakan sensasi high atau nge-fly seperti efek narkoba jenis ganja.

Tembakau gorila biasanya dikombinasikan dengan tembakau rokok kemudian dilinting seperti menggunakan ganja, lalu diisap. Pemakai tembakau gorila dapat merasakan sensasi high atau nge-fly seperti efek narkoba jenis ganja.

Tembakau gorilla biasanya dikombinasikan dengan tembakau rokok kemudian dilinting seperti menggunakan ganja, lalu diisap. Efek tersebut akan bertahan dalam hitungan jam, tetapi bisa juga hingga seharian penuh tergantung daya serap pemakainya.

Selain efek mental, efek fisik tembakau gorilla dirasakan sangat kuat meski menggunakan dosis rendah. Efek samping untuk fisik dapat berupa nyeri dada, pusing, kerusakan ginjal, penglihatan kabur, kejang, sakit kepala, pembesaran pupil, hingga ngilu.

Sekarang sudah tahu kan apa itu tembakau gorila? Bagaimana menurut Anda? (banaranmedia.com / berbagai sumber)


Tembakau Sintetis Cap Gorilla

tembakau gorila

tembakau gorila termasuk golongan

tembakau gorila itu apa

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak