ARSYAD INDRADI DAN ANAK PUISI DI KOLAM IKANNYA

  • Whatsapp
Arsyad Indradi dan Kolam Ikannya

Jika ada yang bertanya siapa Arsyad Indradi dalam tulisan ini, bisa jadi kamu tak cukup gaul dalam jagad sastra di Indonesia. Namanya mungkin tak sehebat tokoh-tokoh penyair yang karya puisinya dijadikan bahan pembelajaran Sastra Indonesia di sekolah atau dibicarakan di berbagai kampus, namun Arsyad Indradi memiliki catatan sejarah yang cukup fenomenal. Berikut ulasannya.

Kegilaan Arsyad Indradi

Saya menyebutnya sebagai penyair romantis Kalimantan Selatan, meski ia sendiri lebih menikmati gelar yang pernah disematkan padanya sebagai “Penyair Gila”.

Read More

Dari tangannya sendiri, ia pernah membuat buku antologi Puisi Penyair Indonesia yang diberi judul 142 penyair Menuju Bulan. Saya sebut membuat, bukan menerbitkan, karena alasan yang sangat substansial.

Dia memang benar-benar membuatnya, dari tangannya langsung. Mengetik sendiri, mengkurasi sendiri, menyusun tata letak sendiri, mendesain cover sendiri, ngeprint sendiri, melipat kertas sendiri, memotong kertas sendiri, menjilid sendiri, dan mengemasnya sendiri sebelum dikirimkan kepada 142 penyair yang tersebar se nusantara itu. Satu hal lagi yang paling penting, semua biaya penerbitan yang serba sendiri tadi, juga ia tanggung sendiri. Ckk…ckkk..!

Sebagai sosok penyair yang berumur matang, semangatnya tak kalah dengan anak-anak muda, bahkan langkah-langkah yang diambilnya berusaha mengungguli mereka yang ngakunya muda. Sebagai contoh, di era blog sedang merebak, meski tergopoh-gopoh mempelajarinya, Arsyad Indradi berhasil menguasai cara membuat blog, di blogger.com khususnya.

Ia membuat ratusan blog bukan untuk tujuan profit oriented. Ia niatkan semua blog tersebut untuk mendokumentasikan karyanya sendiri dan karya para sastrawan yang belum terjamah internet.

Dari kesabarannya membuat ratusan blog, mengetik ulang sebagian naskah yang ada dibuku-buku atas seijin penulisnya, mungkin kita tak menyadari banyak puisi yang akhirnya bisa kita temukan diinternet adalah hasil kerjanya begadang dengan modal modem gadget jadul tatkala internet masih susah diakses.

Setidaknya, cukup sampai di situ saya memperkenalkan seorang Arsyad Indradi, dan saya yakin, kalian yang mengenalnya pasti memiliki kenangan dan ingatan sendiri. Lantas dimana Arsyad Indradi sekarang? Apa saja kesibukannya saat ini?

Anak Puisi dalam Kolam

Dalam kesempatan kal ini, BanaranMedia.com berusaha mencari tahu sekaligus bersilaturahim ke rumah Arsyad Indradi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Badannnya terlihat kurus, itu kesan pertama saat bertemu. Kami pun lantas ngobrol di samping rumahnya membahas aktivitas terkini. Ia sedang asyik memelihara ikan. Itulah yang terlihat. Ada ikan lele, nila, dan koi yang baru ia tebar ke dalam kolam ikan buatannya sendiri.

“Baru 15 hari ditebar, masih belajar dulu,” ucapnya menceritakan bibit ikannya yang masih dalam jumlah sedikit.

Ia baru saja memulai beberapa bulan terakhir. Satu hal yang patut dibanggakan, diusia 72 tahunnya, ia masih enerjik membangun kolam ikan permanen sendiri.

“Syukur-syukur bisa dijadikan usaha alternatif, kalau tidak berhasil, ya kita goreng sendiri,” ujarnya berkelakar.

Ucapannya itu bukan tanpa alasan. Pada puncak banjir di Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu ternyata berdampak serius dengan kolam ikannya.

“Kolam sempat jebol karena tiang penyangga diterpa angin kencang. Ikan-ikan pada stres dan banyak yang mati,” kenangnya menceritakan atap penutup kolam bahkan sempat terbang terbawa angin.

Begitulah, baru diketahui kemudian, bahwa banjir kemarin sempat menggagalkan kolam ikan yang baru dirintisnya. Bukan seorang Arsyad Indradi jika kemudian ia berputus asa. pasca banjir, ia pun segera memperbaiki kolam yang terbuat dari semen itu dan menyiapkan bibit ikan baru.

Masihkan Arsyad Indradi Menulis Puisi?

Layaknya seorang samurai yang hidup di jalan pedang, demikian pula puisi bagi Arsyad Indradi. Ia masih tetap menulis puisi di sela kesibukannya merintis usaha ternak ikan.

“Masih menulis dong, dan ikan-ikan itu adalah juga anak-anak puisi,” ucapnya bernada filosofis.

Demikian sekelumit kabar tentang Arsyad Indradi hasil kunjungan banaranmedia.com ke rumahnya beberapa waktu lalu. (harie ip)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *