Begini Kondisi Pasca Banjir di Bangkal, Cempaka Kota Banjarbaru

  • Whatsapp

Banjir di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru telah surut. Namun masalah belum selesai. Luapan air yang semula merendam rumah warga meninggalkan jejak duka berupa lumpur dan kerusakan di sana-sini. Catatan ini bisa dibilang melanjutkan catatan sebelumnya saat banjir terjadi. Berikut ulasan Pasca Banjir di Bangkal, Cempaka, Kota Banjarbaru.

Open Donasi

Donasi Banjir di Banjarbaru

Read More

Hari ini, 17 Januari 2021, saya bersama tim relawan gabungan bekerjasama dengan Kampung Dongeng Intan Kalsel membuka layanan donasi untuk warga terdampak banjir di Kota Banjarbaru. Rencananya, kami akan melaksanakan kegiatan trauma healing di beberapa tempat di Kota Banjarbaru sekaligus menyalurkan bantuan. Semua kegiatan, termasuk apa yang kami lakukan hari ini, akan kami kabarkan melalui media sosial dan banaranmedia.com.

Genangan Lumpur dan Kerusakan Akibat Banjir

Banjir di Banjarbaru

Di sepanjang jalan memasuki kawasan Bangkal, terlihat para warga mulai bisa beraktiftas kembali. Ada yang membersihkan rumah, menjemur padi di pinggir jalan, dan sebagian berjaga-jaga di posko dan dapur umum masing-masing. Air yang semula menggenangi jalan raya pun sudah tak terlihat lagi. Warga Bangkal hari ini terlihat sibuk berbenah, mumpung cuaca sangat mendukung. Tentu saja, kita tak pernah tahu apakah hujan deras akan datang lagi dan mengakibatkan kiriman air dari atas pegunungan terulang kembali. Semoga saja tidak.

Kendati banjir telah lewat, masalah belum selesai. Banyak kerusakan di sana-sini seperti dinding rumah yang jebol, lantai dapur yang terkoyak dan hanyut, dan paling utama mereka harus ekstra sibuk membersihkan endapan lumpur tebal di lantai rumah mereka.

Kendala yang mereka hadapi adalah ketika membersihkannya. Mereka memerlukan peralatan khusus. Seperti mesin penyiram air, misalnya. Namun seperti tak ada pilihan lain, mereka terpaksa harus mengangkut air dengan ember, lalu menyiramkannya berulangkali.

Seandainya mesin pompa air tidak rusak akibat banjir, begitu pun masih bergantung listrik dari PLN kembali dinyalakan. Namun itulah yang terjadi, berbekal ember, mereka mengangkut air untuk membersihkan lumpur yang konon kata mereka, dulu sekali pernah terjadi banjir, tapi tak separah tahun 2021 kali ini, luapan air yang besar, deras dan berlumpur.

Warga Evakuasi telah kembali

Bersama Ketua RT 12 BangkalSetidaknya, di hari pertama evakuasi, ada 500 orang lebih warga ketika banjir terjadi. Selebihnya, sudah tak terkendali. Hal itu diungkapkan Hadriansyah, ketua RT 12.

“Saat hujan deras disertai angin kencang, kami memutuskan untuk mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih tinggi yakni di desa tetangga di Banyu Irang. Semula hanya di evakuasi di musholla desa kami, namun ternyata air semakin meninggi. Barulah kami putuskan mengevakuasi mereka ke Banyu Irang dengan bantuan dari PMI Kota Banjarbaru. Mereka datang membawa truk pengangkut dan tali untuk membantu warga berjalan melewati arus air yang kencang,” ungkap Hadriansyah saat ditemui di kediamannya.

Ia juga menceritakan, peristiwa evakuasi terjadi pada jam 12 malam sampai jam 3 dini hari waktu setempat. Tujuan evakuasi adalah bangunan sekolah dan rumah-rumah warga. Berdasarkan pengakuan mereka yang diceritakan kembali oleh Hadriansyah, selama dua hari evakuasi, mereka tak memiliki pakaian ganti. “Selama 2 hari saat evakuasi, hanya membawa selembar pakaian di badan, basah dan kering juga di badan,” pungkasnya.

Masih menurut Hadrianysah, para warga yang dievakuasi kini telah kembali ke rumah masing-masing. “Sudah pulang semua dan dalam keadaan sehat,” imbuhnya.

Bantuan Masih di Harapkan

pasca Banjir di Kota Banjarbaru

Setiap bencana memiliki konsekuensinya masing-masing. Pada umumnya, ketika bencana terjadi, bahan makanan serta pakaian sangat diperlukan. Dalam situasi pasca banjir, berdasarkan pengakuan Hadriansyah, saat ini warganya masih sangat memerlukan bantuan sembako, air bersih dan pakaian.

“Tidak banyak yang tertinggal di rumah saat banjir terjadi. Banyak yang hanyut seperti pakaian dan bahan makanan. Jadi kami sangat mengharapkan bantuan sembako, air bersih dan pakaian,” ujarnya. (Harie Insani Putra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *