Begini Reaksi TikTok Ketika Produknya Dijiplak Facebook

  • Whatsapp
Konflik TikTok dan Facebook

Baru-baru saja tadi Kritik tajam dilayangkan CEO TikTok Kevin Mayer  kepada Facebook. Ia menyebut Facebook sebagai penjiplak dan berusaha mengeluarkan TikTok dari bisnis digital di Amerika Serikat.

Kritik tajam itu ia sampaikan secara terbuka melalui laman Newsroom Tiktok pada Rabu lalu, beberapa jam sebelum CEO Facebook dijadwalkan bersaksi di depan Congress AS terkait dominasi Facebook yang menghilangkan persaingan sehat dalam bisnis digital.

Read More

Mengutip keterangan di Newsroom TikTok, Sabtu (1/8/2020), Mayer menyebut Instagram belum lama ini mengumumkan kehadiran Reels, produk hasil jiplakan yang merupakan pesaing bagi TikTok. Sebelumnya, Facebook juga meluncurkan Lasso, produk jiplakan yang gagal dalam waktu singkat.

“Kami sangat terbuka terhadap kompetisi, kami rasa kompetisi yang adil membuat bisnis lebih baik. Bagi mereka yang mau meluncurkan produk kompetitif, luncurkanlah. Facebook bahkan mau merilis produk jiplakan lainnya, Reels, yang terhubung ke Instagram, setelah produk jiplakan sebelumnya, Lasso, gagal dalam waktu singkat,” ungkap Mayer.

Fokus Pada Persaingan Adil dan Terbuka

Mayer mengatakan alih-alih fokus dengan fitnah dari kompetitor, TikTok ingin memokuskan energi pada persaingan adil dan terbuka.

“Mari kita fokuskan energi pada persaingan adil dan terbuka, daripada memfitnah pesaing kita, yakni Facebook, yang menyamar sebagai patriotis dan dirancang untuk mengakhiri kehadiran TikTok di AS,” kata Mayer.

Mayer bahkan menyebut, tanpa kehadiran TikTok, pengiklan di Amerika hanya akan memiliki sedikit pilihan platform untuk iklan. Dengan begitu, kompetisi akan sangat kering, demikian juga dengan energi kreatif Amerika.

Dalam kesempatan itu, mantan petinggi Disney ini juga menegaskan TikTok bukan perusahaan yang berpolitik.

“Kami tak menerima iklan politik dan tidak memiliki agenda. Satu-satunya tujuan kami adalah menjadi platform yang dinamis untuk dinikmati semua orang,” tuturnya.

Mayer; TikTok Bukan Musuh

Komitmen TikTok menjadi tempat yang aman bagi jutaan remaja Amerika terus akan ditingkatkan. Seperti yang diungkapkan Mayer, berbagai upaya memperbaiki diri juga terus dilakukan agar bisa diterima di AS.

“TikTok menjadi target terbesar, tetapi kami bukanlah musuh. TikTok mengambil langkah besar untuk mendorong percakapan yang lebih dalam, algoritma yang transparan, serta moderasi konten untuk mematuhi aturan,” katanya.

Mayer mengatakan, TikTok berkomitmen untuk mengikuti aturan hukum di AS. Agar diterima di sana, TikTok juga menghadirkan pusat data dan moderasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Para ahli bisa mengawasi kebijakan moderasi kami dan mengawasi kode-kode yang menjalankan algoritma kami,” tuturnya.

TikTok juga berkomitmen membantu para kreator di AS dengan mengalokasikan USD 200 juta untuk Creator Fund. Dalam tiga tahun ke depan dana ini juga ditargetkan akan meningkat hingga USD 1 miliar.

Di Amerika sendiri, TikTok menyebut, pihaknya telah menciptakan 10.000 lapangan pekerjaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment