Belajar Jualan Ala Jordan Belfort, “The Wolf of Wall Street”

  • Whatsapp
Belajar Jualan Ala Jordan Belfort, "The Wolf of Wall Street"

Jika Anda punya usaha, toko bahkan layanan jasa untuk dipasarkan, tak ada salahnya menyimak tulisan ini hingga selesai. Setiap orang pastilah punya cara, teknik, dan strategi masing-masing dalam memasarkan produk. Namun ada hal yang sangat mendasar tentang apa itu ‘jualan’, sehingga produk-produk yang kita pasarkan bisa terjual.

Silakan simak tulisan ini, belajar memahami apa itu Jualan. Pelajaran ini diambil dari sebuah film The Wolf of Wall Street.

Read More

Film ini diperankan Leonardo DiCaprio sebagai seorang pialang saham yang hebat. Dia bernama Jordan Belfort.

Bagi Anda pemilik usaha, produk, layanan jasa, tenaga marketing, bahkan sales, di dalam film ini ada satu adegan menarik yang bisa menambah wawasan. Adegan itu terjadi saat Jordan Belfort menguji pemahaman teman-temannya dengan memberikan sebuah pena. Jordan Belfort menantang mereka untuk menjual pena tersebut kepadanya.

Di bagian inilah Jordan Belfort sebenarnya ingin mengajarkan bagaimana caranya memahami ilmu marketing, apa yang membuat terjadinya penjualan.

Apa yang mereka lakukan kemudian?

Kawan-kawan Jordan Belfort pun beraksi. Masing-masing mulai menunjukkan kemampuan mereka dalam ilmu marketing. Mulai dari menjelaskan tentang fitur-fitur pena tersebut, kelebihan yang didapat, benefit dari pena tersebut dibandingkan pena yang lain.

Apakah Anda juga melakukan itu selama ini? Jika, iya, lanjutkan membaca artikel ini agar wawasan Anda tentang memahami apa itu jualan bertambah.

Di dalam adegan film tadi, ada salah seorang teman Jordan Belfort bernama Brad. Dia bukanlah orang dengan pendidikan tinggi, tapi dia terkenal jago jualan.

Jordan pun meminta Brad untuk menjual pena tersebut kepadanya. Sungguh cara yang sederhana dan sangat berbeda ditunjukkan oleh Brad.

Ia tak banyak basa-basi menjelaskan seberapa hebatnya pena tersebut, Brad hanya menyuruh Jordan untuk menulis.

“Tuliskan namamu di selembar kertas di depanmu,” ucap Brad.

Jordan hendak menuliskan namanya, tapi ia sedang tidak memiliki pena. Kemudian, ia melihat ke arah Brad. Brad lalu memberikan pena itu balik ke Jordan dan berkata,

“Terjual!“

Jika kita bandingkan apa yang dilakukan Brad dan teman-teman lainnya yang gagal menjual disebabkan fokus mereka hanya pada pena itu, seperti kelebihan, fitur, keuntungan, dan lain-lain.

Tetapi, pembeli potensial, Jordan Belfort tidak merasa “terhubung” karena sesuatu di dalam pikirannya adalah, “Saya tidak perlu pena.”

Dengan kata lain, ketika pembeli potensial sedang tidak memerlukan pena, untuk apa harus menjelaskan panjang lebar tentang betapa bagusnya pena tersebut.

Brad sama sekali tidak membicarakan soal pena. Ia mencari cara agar terhubung dengan pembeli potensial. Caranya seperti yang ia lakukan, meminta Jordan menuliskan namanya pada selembar kertas.

Jordan menyadari bahwa ia tidak punya pena untuk menulis sehingga membutuhkan pena. Ketika itu juga, Brad menawarkan solusinya, yaitu pena. Jadi, sebelum menjual pena ke Jordan, Brad menciptakan kebutuhan terlebih dahulu.

Dalam kasus ini, satu hal yang bisa kita pelajari adalah, Brad tidak menawarkan produk, melainkan menawarkan solusi.

Nah, setelah membaca artikel ini apakah Anda tertarik ingin menonton filmnya juga? Langsung browsing mencari referensi filmnya bahkan link nonton film gratis. Kenapa itu bisa terjadi? Silakan Anda pikirkan.

Sampai di sini semoga Anda memahami apa itu “jualan”.

Salam,

Banaran Agency

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *