Berita Viral Hari Ini, Ibu Kandung Siksa Bayi Berumur 8 Hari

  • Whatsapp
Berita Viral Hari Ini, Ibu Kandung Siksa Bayi Berumur 8 Hari

Video penyiksaan bayi berumur 8 hari oleh ibu kandungnya sendiri viral di media sosial. Dalam video tersebut, nampak seorang bayi dicekik dan dipukul dengan tangan.

Ada dua video yang beredar di media sosial, video pertama berudarasi 11 detik, sedangkan video kedua berdurasi 24 detik.

Read More

Di video pertama memperlihatkan bayi dicekik hingga wajahnya memerah, sementara di video kedua memperlihatkan tangan sang ibu meremas beberapa bagian tubuh bayi dan memukulnya hingga menangis.

Kejadian itu direkam sekitar pukul 9.00 Wita, lalu disebarkan di stories Whatsapp.

Si pelaku sempat membuat stories di WhatsApp terkait kejadian itu. “Kenapa aku ga berhak bahagia, kenapa aku sial terus semenjak ga sama kamu lagi,” tulisnya. Di dua stories lainnya, ia menuliskan “Mati kamu”, dan terakhir “Aku jahat” diikuti dengan emoticon senyum.

Kejadian memilukan tersebut terjadi di salah satu perumahan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota Iptu Abdillah Dalimunthe membenarkan bahwa penyiksaan itu dilakukan oleh ibu si bayi yang merupakan warga Samarinda. Dengan menggandeng Lembaga Perlindungan Ibu dan Anak, polisi kemudian mengamankan pelaku dan korban.

“Setelah kami lidik, kami dapat di Jalan Pelita, Perumahan Handil Kopi (Kecamatan Sambutan), kita temui ibu itu memang tinggal di situ,” kata Abdillah, Rabu (10/6/2020).

Diketahui, status bapak dari bayi tersebut bukan dari suaminya, tetapi hanya pacar saja. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan itu dilakukan karena sang ibu kesal pada pacarnya yang diduga berusaha mendekati perempuan lain.

Selanjutnya, pihak kepolisian telah membawa bayi ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya.

“Keterangan dari rumah sakit sementara tidak kelihatan tanda-tanda kekerasan, alhamdulillah masih sehat,” katanya.

Abdillah menyebutkan ada kemungkinan bayi tersebut akan menjalani rawat inap di rumah sakit akibat kekurangan gizi dan tidak terurus. Sementara untuk kondisi sang ibu, pihak kepolisian berencana memeriksakan kejiwaannya ke psikolog.

“Ibunya berusia 24 tahun sedangkan bayi baru berumur 8 hari. Bayi lahir Juni 2020 lalu,” papar Abdillah.

Untuk tidak lanjut upaya hukum, sambung Abdillah, menunggu proses pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *