Cara Jualan Online yang Tidak Menjual

  • Whatsapp
Cara Jualan Online yang Tidak Menjual

Setiap orang ketika berjualan online, baik di website, sosial media, atau saluran komunikasi seperti WhatsApp, tentunya ingin laku. Siapa sih yang gak pengen jualannya laku? Bahkan, anak-anak saja ketika bermain pasar-pasaran yang alat pembayarannya menggunakan daun, sangat pengen jualannya laku, padahal cuma boongan.

To the point saja, pernah tidak ketika promosi jualan produk, belum apa-apa sudah ’ember’ menyebutkan kehebatan, kualitas atau keunggulan produk Anda. Itu pun masih ditambah dengan menyertakan spesifikasi detil sebuah produk.

Read More

Gak bisa gitu, Sis atau Gan. Ada sih yang menggunakan jurus begitu dan laku, tapi itu umumnya terjadi karena si calon pembeli sudah mengetahui atau pernah merasakan produk yang Anda jual. Jika Anda ingin menggaet customer baru, menambah grafik penjualan Anda, maka baca terus artikel ini, kami akan membongkar satu jurus rahasia jitu yang bisa Anda pertimbangkan sekarang. Jangan salahkan kami jika hasil penjualan Anda semakin bertambah. Kami tidak bertanggung jawab.

Anda harus mengingat baik-baik tulisan ini, jika perlu bookmark situs banaranmedia.com agar suatu saat ketika Anda ingin membaca lagi, atau menemukan artikel marketing online lainnya bisa lebih mudah. Kami dari Banaran Agency akan aktif menulis di sini. Tunggu saja, bakal banyak jurus-jurus marketing online akan kami bagikan secara gratis. Mmm…padahal di luar sana, harusnya bayar.

Di sebuah perusahaan yang menghasilkan produk untuk dijual, pastilah memiliki orang-orang marketing. Pendidikan mereka rata-rata memang ilmu marketing. Bisa juga telah berpengalaman dibidang marketing atau promosi bertahun-tahun lamanya. Bagaimana dengan Anda? Semoga tidak mendadak jualan?

Tenang saja, jangan cemas jika faktanya demikian. Baca saja terus tulisan ini dan simpan baik-baik pelajaran yang bisa diambil. Insya Allah tak lama lagi Anda akan Jago Marketing Online. Tepuk tangan dulu, dong!

Rahasia Rayuan Maut Marketing Online

Orang-orang marketing dikenal pandai ‘merayu’, ramah, murah senyum dan menyenangkan. Setidaknya itu modal dasar yang tidak bisa dianggap sepele. Masalahnya, Anda harus merayu, ramah dan tampak menyenangkan lewat gadget (Status WhatsApp atau Instagram Story misalnya) bukan hal mudah.

Apa yang harus dilakukan agar jualan online Anda benar-benar menjual, bukan sebaliknya, malah tidak menjual? Cuma bikin capek!

“Jangan bicara terlalu banyak tentang produk Anda, tapi bicarakan tentang mereka.” Itu rumusnya.

Sebenarnya, ketika Anda jualan pakaian, alat kosmetik, atau jual makanan ringan, mereka tidak peduli dengan produk Anda. Mereka hanya peduli dengan keinginan mereka sendiri.

Ada sih yang untung-untungan berharap apa yang dipromosikan sedang dibutuhkan teman-teman Anda. Setelah foto sana-sini, update status produk kosmetik kecantikan, dan berharap sedang ada yang memerlukan produk tersebut.

Sebagai orang marketing, atau pengusaha sekaligus merangkap marketing, tidak bisa selalu mengandalkan ilmu aji mumpung seperti itu. Bagaimana kalau tidak ada yang sedang memerlukan?

Ya. Anda harus “merayu” mereka. Tarik perhatian mereka. Yakinkan apa yang Anda promosikan menjadi keperluan mereka. Sudah paham?

Berbicaralah tentang mereka. Posisikan status Anda sebagai mereka atau pancing agar mereka berkomentar. Kondisikan agar terjadi Pendahuluan, sebelum Isi dan akhirnya sampai ke Penutup.

Contohnya, jika Anda seorang perempuan, tulis saja begini:

“Akh masa aku di bilang cantik. Padahal cuma pakai lipstik murahan. Serius nih?”

“Sudah gonta-ganti merk lipstik, dan akhirnya jatuh hati dengan lipstik ini sampai sekarang . Ringan di kantong, gak bikin bibir pecah.”

Upload foto Anda sedang tersenyum. Biarkan mereka melihat dengan jelas rona merah lipstik di bibir Anda. Tunggu reaksi pembaca status yang Anda buat. Selamat, Anda sudah berhasil merebut perhatian mereka. Selanjutnya improvisasi. Setelah itu baru membicarakan tentang lipstik yang akan Anda jual. Bukankah mereka sudah tertarik, kepo? Sudah saatnya Action.

“Bilang saja, harganya murah kalau memang murah. Kalau mahal, buat perbandingan dan nilai tambahnya. katakan juga, Insya Allah cocok di semua kulit, gak bikin bibir pecah-pecah. Aku sudah pakai merk ini dua tahun lebih. Banyak juga kawan-kawanku pakai lipstik yang sama, dan selama ini aman-aman saja. Bisa dicicil 3 kali (kalau memang bisa dicicil).”

Sepertinya cukup sekian saja dulu. Contoh-contoh di atas sebaiknya Anda kreasikan dan sesuaikan. Semua tadi hanya sekadar contoh bagaimana mendapat perhatian dari mereka terlebih dahulu sebelum berbicara tentang produk yang ingin dijual.

Banaran Agency,

Hubungi Sekarang

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *