Catat Tanggalnya, Dispersip Kalsel Adakan Pertunjukan Daring Musik Panting

  • Whatsapp
Catat Tanggalnya, Dispersip Kalsel Adakan Pertunjukan Daring Musik Panting

Meski tengah berada di masa pandemi Covid-19, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel) seakan tidak berdiam diri untuk terus melakukan inovasi.

Salah satunya adalah dengan menyediakan lokasi ruangan “Pertunjukan Daring” Lantunan Musik Panting hasil kolaborasi bersama Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin yang akan dilakukan secara Daring pada hari Minggu (28/6/2020) mulai Pukul 19.30 s/d 21.00 Wita dengan protokol Kesehatan covid-19.

Read More

Kegiatan tersebut disiarkan secara live melalui Facebook Sanggar Banua, Instagram @SanggarSeniNuansaOfficial dan Youtobe Sanggar Seni Nuansa Official.

Saat dikonfirmasi, Pembina Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, yang juga merupakan Pemerhati Seni Budaya dan sekaligus Seniman Mamanda Kalimantan Selatan, Arif Budiman, mengatakan bahwa sanggar seni ini diisi oleh anak-anak muda dari tingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa.

Sementara, Dra. Hj. Nurliani, M.AP atau yang karib disapa Bunda Nunung selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa untuk mempromosikan Perpustakaan tidak hanya melalui gemar membaca, namun Perpustakaan telah bertranformasi berbasis inklusi sosial dengan menjadi wadah berkegiatan bagi masyarakat dalam hal seni dan budaya.

“Ini sesuai dengan hasil kesepakan Forum Rakernas Perpustakaan pada bulan Pebruari 2020, yaitu sasaran strategis pembangunan perpustakaan di tahun 2020 adalah: (1). Terwujudnya Indonesia cerdas melalui gemar membaca. (2). Terwujudnya layanan prima perpustakaan dan (3). Terwujudnya perpustakaan sebagai pelestari khazanah budaya bangsa.”

Ia menambahkan, Perpustakaan menjadi salah satu alternatif unik untuk berkarya & berkreasi dengan dukungan desain interior ruangan yang menarik serta lingkungan yang nyaman untuk tempat berkegiatan baik siang maupun malam hari.

Lebih lanjut, ia menuturkan dalam konteks program unggulan perpustakaan, yang berupa transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak lain bertujuan memberikan impact langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

“Perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak azazi manusia,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa Perpustakaan harus Inovatif dan transformasi perpustakaan juga berguna dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang mengedepankan teknologi.

“Perpustakaan pun mau tak mau harus beradaptasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman.”

Terakhir beliu menyimpulkan bahwa Perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office.

“Saat ini perpustakaan berangsur menjadi tempat berinteraksi dengan komunitas sosial serta working space tempat tumbuhnya inovasi baru dan dengan harapan agar tumbuh generasi muda yang inovatif dan kreatif dalam berkegiatan yang positif,” tutup Bunda Nunung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *