Cintai Literasi dan Generasi

  • Whatsapp

LITERASI banyak dikenal di sebagian kalangan dalam ranah menulis dan membaca. Padahal jauh dari itu literasi adalah ranah memberikan edukasi, memberikan dorongan motivasi, memberikan bimbingan untuk generasi dan cinta kepada masyarakat dan generasi berikutnya. Literasi dikenal dengan mencintai  dalam bentuk membaca dan menulis, sebagai jendela dan gerbang kehidupan.

Berkembangnya suatu negeri dan pendidikan ditandai dengan tingginya pendidikan dan pengetahuan seseorang untuk memajukan kampung halaman dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Literasi bukan hanya bermanfaat di ranah sekolah, instansi dan kantor lainnya. Namun, sebagai sarana kepekaan terhadap suatu negeri, memajukan suatu generasi dengan mencerdaskan lewat ranah kebaikan, membimbing dalam pembelajaran, menghidupkan kegiatan kepemudaan dan memotivasi mereka untuk menggapai cita-cita yang mereka inginkan.

Read More

National Institute For Literacy mendefinisikan literasi sebagai kemampuan individu, membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Dalam hal ini tentu kita harus jadi, dan tentu saja menyiapkan kembali, generasi yang selalu berada dalam lintas literasi dan cinta akan negeri, hal tersebut bisa dilakukan dengan menerapkan ilmu yang dimiliki dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Dalam ranah literasi, kita perlu membuka diri dan ikuti arus teknologi untuk selalu update dan terus berbenah bahwa literasi bukan sebatas membaca dan menulis melainkan edukasi kebaikan, memberikan peluang generasi kita dan generasi selanjutnya untuk membuka terobosan baru, menciptakan manusia yang tangguh dan punya kepedulian tinggi untuk sesama.

Kekurangan yang di alami generasi kita saat ini ialah ketergantungan dalam teknologi, handphone dan terutama media sosial, sehingga mengurangi minat mereka dalam membaca dan mendapatkan informasi yang update. Mereka sering kali membaca pesan singkat dalam handphone yang dimiliki kebanding buku, mereka sering percaya dengan pesan berantai dibanding menelusuri kedalaman pesan terlebih dahalu sehingga informasi yang didapatkan di media diserap habis-habisan tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu. Kita akui teknologi telah berkembang pesat dan bagus, namun kita juga harus bisa memfilter dan mengakses hingga menggunakan dengan baik, agar tak tertelan arus dengan mentah-mentah.

Generasi saat  ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia. Apalagi kaum milenial yang saat ini berusia 15 hingga 34 tahun, mereka ada di zaman dengan akses yang jauh lebih mudah, zaman yang serba instan, teknologi berkembang pesat. Seiring dengan itu, resiko juga makin tinggi jika tidak bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dari diri sendiri.

Sebagai generasi milenial, lazimnya kita mampu memberikan edukasi dan filter terhadap sesuatu yang kita dapat, dengan harapan dapat berperan menjaga stabilitas pengetahuan dan mempersiapkan masa depan dengan baik.

Kita tentu menginginkan masa depan yang cerah dan baik. Kalau kita masih ikut arus, hingga lupa diri akan literasi dan membaca situasi maka tergiling waktu sehingga tak memiliki potensi bersaing dalam era digital zaman sekarang. Generasi milenial adalah generasi yang cerdas dan kreatif. Kita masih banyak memiliki kesempatan, waktu dan energi untuk terus berkembang.

Generasi muda adalah pemimpin di masa akan datang, maka pergunakan masa muda dengan baik dan terus tingkatkan, serta asah kemampuan dengan teliti dan cerdas. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan bisa membawa negeri ke arah yang lebih baik.

Apriwanto
Latest posts by Apriwanto (see all)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *