Dampak Buruk Tidak Mengonsumsi Sayur dan Buah, Obesitas Salah Satunya

  • Whatsapp
Dampak Buruk Tidak Mengonsumsi Sayur dan Buah, Obesitas Salah Satunya

Sayur dan buah merupakan produk alam yang menyehatkan. Sayur dan buah mengandung berbagai nutrisi untuk melengkapi kebutuhan tubuh manusia. Terdapat banyak vitamin dan serat yang terkandung pada buah-buahan sehingga sangat bagus jika dikonsumsi secara rutin. Tanpa keduanya, tubuh cenderung kurang sehat dan rentan terhadap gangguan penyakit. Seseorang yang sedang menjalani diet sehat juga sangat dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan.

Sayangnya masih banyak orang yang tidak suka mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Terlebih lagi anak-anak dan remaja, sebagian dari mereka menganggap makan sayur dan buah merupakan ancaman karena beberapa sayur dan buah memiliki rasa yang pahit dan kecut.

Read More

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, penduduk Indonesia yang cukup konsumsi sayur dan buah setiap hari hanya 4,5%. Perlu diketahui, seseorang dikatakan cukup mengonsumsi sayur dan atau buah apabila makan minimal lima porsi per hari selama tujuh hari dalam seminggu. Padahal dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan pencernaan dapat menjadi lebih sehat.

Medical Manager PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi, mengungkapkan serat pada sayur dan buah mampu mengikat air, selulosa, dan pektin. Dengan dipenuhinya kebutuhan serat harian, sisa-sisa makanan bisa diekskresikan keluar lebih cepat melalui saluran pencernaan.

“Tanpa bantuan serat, feses dengan kandungan air rendah akan lebih lama tinggal dalam saluran usus dan mengalami kesukaran melalui usus untuk dapat diekskresikan keluar karena gerakan-gerakan peristaltik usus besar menjadi lebih lamban,” jelas dr Helmin kepada detikHealth.

Ketika anak-anak memasuki masa remaja, namun mereka masih enggan mengonsumsi sayur dan buah-buahan maka hal tersebut akan berdampak buruk bagi masa depannya. Beberapa masalah dapat diakibatkan karena kurangnya mengonsumsi sayur dan buah.Tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Ada kalanya manusia mengalami penurunan daya tahan tubuh, ketika hal itu terjadi maka virus dan patogen akan sangat mudah masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan berbagai penyakit. Penelitian WHO menyatakan bahwa diperkirakan 3,9 juta kematian di seluruh dunia disebabkan oleh konsumsi buah dan sayuran yang tidak memadai.

WHO juga menyebut, asupan buah dan sayuran yang tidak mencukupi diperkirakan menyebabkan sekitar 14% kematian akibat kanker saluran pencernaan, sekitar 11% dari kematian akibat penyakit jantung iskemik dan sekitar 9% dari kematian akibat stroke di seluruh dunia.

Kurang mengkonsumsi serat membuat pencernaan menjadi tidak sehat sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit, karena kebanyakan penyakit bermula dari pencernaan yang tidak sehat, akibatnya dapat menyebabkan kanker saluran pencernaan. Begitu juga dengan penyakit jantung iskemik yang disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah oleh lemak atau kolesterol.

Di Indonesia sendiri penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor satu dan jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Data statistik menunjukkan di tahun 1992 persentase penderita penyakit jantung iskemik di Indonesia mencapi 16,5%, dan pada tahun 2020 melonjak menjadi 26,4%.

Penyumbatan pembuluh darah juga dapat menyebabkan stroke karena terhambatnya pasokan darah ke otak sehingga otak mengalami kekurangan oksigen. Kurang mengonsumsi sayur dan buah juga dapat menyebabkan kelebihan berat badan (obesitas).

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 2013, persentase obesitas anak di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN. Hampir 12 persen anak Indonesia mengalami obesitas. Jika dirinci lagi, dari 17 juta anak yang mengalami obesitas di ASEAN, hampir 7 jutanya berasal dari Indonesia. Angka ini hanya mencakup balita. Jika ditambah lagi dengan kisaran anak-anak berumur 5-10 tahun, angkanya mungkin semakin bertambah.

Obesitas terjadi karena metabolisme tubuh yang terganggu. Agar metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lancar, maka diperlukan zat-zat gizi, seperti vitamin dan mineral, zinc, magnesium, kalsium, dan kalium yang membantu menyeimbangkan sistem tubuh yang bekerja.

Dari uraian di atas dapat diketahui banyak masalah yang ditimbulkan jika seseorang enggan mengkonsumsi sayur dan buah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengkonsumsi sayur dan buah secara rutin setiap hari sebagai penerapan pola makan sehat.

Diterbitkan di The Journal of National Cancer Institute, sejumlah studi yang mempelajari potensi buah-buahan dan sayuran untuk menurunkan risiko kanker membuktikan, sayuran tertentu mengandung senyawa yang ampuh melawan kanker. Misalnya, likopen dari tomat dapat menurunkan risiko kanker prostat. Studi lain mengkonfirmasi bahwa konsumsi sayuran yang tinggi menurunkan risiko penyakit jantung.

“Kami sekarang memiliki lebih banyak informasi terkait asupan buah dan sayuran yang dapat menekan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Ketua Departemen Nutrisi di Harvard School of Public Health, Dr. Walter Willett yang dilansir dari Medical Daily. “Dengan demikian mengonsumsi sayur dan buah-buahan sangat dianjurkan melihat manfaatnya yang baik bagi kesehatan, terutama untuk penyakit jantung dan stroke,” imbuhnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas adalah dengan rutin mengonsumsi buah setiap hari. Selain dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh, mengonsumsi buah untuk diet juga ternyata dapat menurunkan risiko obesitas, dengan manfaat kebaikan gizi di dalamnya.

Menurut Jennifer Foltz, M.D., ahli kesehatan anak dari University of Rochester Medical Center, rutin mengonsumsi buah adalah salah satu dari empat cara terbaik mencegah obesitas, yakni diantaranya menghabiskan waktu kurang dari dua jam di depan TV dan komputer, setidaknya satu jam berolahraga dan tidak mengonsumsi minuman yang mengandung gula dan pemanis buatan.

Pentingnya konsumsi sayur dan buah sangat penting ditanamkan pada anak dan remaja. Mereka harus mengetahui manfaat dari dan apa saja yang dapat menjadi masalah jika mereka enggan untuk mengkonsumsi sayur dan buah. Seharusnya anak dan remaja diberikan edukasi atau sosialisasi agar mereka lebih mengerti pentingnya menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit. Peran dari orang tua dan guru juga sangat penting untuk mendorong dan membimbing mereka agar mampu hidup sehat.

Orangtua dapat membantu anak agar suka makan sayur dan buah dengan cara membuat kreasi makanan dengan sayur atau buah sehingga mereka akan terbiasa makan sayur dan buah-buahan. Guru juga dapat membantu menjelaskan apa saja kandungan dan manfaat yang didapat dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Dengan begitu, generasi penerus bangsa Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat, dan cerdas di masa yang akan datang

Daftar Pustaka:

  • Putri, Nabila Nufianty. 2018. “Ini Cara Penuhi Asupan Serat bagi yang Tak Suka Sayur & Buah”, https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4199825/ini-cara-penuhi-asupan-serat-bagi-yang-tak-suka-sayur–buah, diakses 17 Juni 2020.
  • Anonim. 2018. “Super Sehat, Ini Dia 7 Manfaat Unik Buah dan Sayuran”, https://itsbuah.com/super-sehat-ini-dia-7-manfaat-unik-buah-dan-sayuran/, diakses 17 Juni 2020.
  • Anonim. 2019.”Apa Saja Kandungan dalam Sayur dan Buah untuk Kesehatan Tubuh?”, http://promkes.kemkes.go.id/?p=8862, diakses 17 Juni 2020.
  • Anonim. 2016.”Penyebab Penyakit Jantung Iskemik dan Cara Mencegahnya”, https://www.axa-mandiri.co.id/penyakit-jantung-iskemik/#:~:text=Penyakit%20jantung%20iskemik%20adalah%20kondisi,memompa%20darah%20ke%20seluruh%20tubuh., diakses 17 Juni 2020.
  • Anonim. “Tingkatkan Konsumsi Buah untuk Diet & Mencegah Obesitas”, https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/inspirasi-kesehatan/tingkatkan-konsumsi-buah-untuk-diet-mencegah-obesitas.html, diakses 17 Juni 2020.
  • Hanifan, Aqwam Fiazmi. 2016.“Obesitas Mengancam Anak Indonesia“,https://tirto.id/obesitas-mengancam-anak-indonesia-bsWA, diakses 17 Juni 2020.
  • Anonim. 2019. “Konsumsi Sayur dan Buah-buahan Dapat Menekan Risiko Kanker dan Jantung “, https://www.gatra.com/detail/news/408278/kesehatan/Konsumsi-Sayur-dan-Buah-buahan-Dapat-Menekan-Risiko-Kanker-dan-Jantung, diakses 17 Juni 2020.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 comments

    1. Izin untuk membantu menjawab :). Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan serat seperti yang sudah dituliskan pada artikel di atas, jadi menurut saya semua buah-buahan sangat bagus dikonsumsi terlebih lagi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di tengah pandemi seperti sekarang ini. Kita bisa konsumsi buah apapun yang mudah untuk didapatkan contohnya seperti nanas, pisang, jambu biji, pepaya, dll.

  1. merubah suatu kebiasaan agak susah, karena kita urang Banjar ni Pina ngalih makan sayur, karna itu Ulun setuju dengan pesan Pian, biasa makan sayur dari mulai anak2 pada saat anak ini masih konsumen pasif, sehingga keterbiasaan makan sayur jadi suatu keharusan pada saat anak ini menjadi konsumen aktif

  2. Sangat bermanfaat informasi mengenai buah dan sayurnya pak. Tapi saya masih timbul pertanyaan pak, untuk orang yang punya sakit gula (diabetes) apakah ada larangan tersendiri dalam konsumsi buah atau semacam batasan? Kemudian untuk orang yang memiliki asam urat, sayur apa kah yang kiranya aman dikonsumsi sehari hari? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih bapak, saya tunggu penjelasan dari bapak.

  3. Pada px DM selama ini ada yamg berpendapa bahawa buah boleh dikonsumsi namun ttp dibatasi dgn memperhatikan kadar gula darah pasien dan anjuran dokter, adapun buah yamg dianjurkan seperti jeruk, nanas, pir, kiwi, apel, pepaya, strawberri, dan bisa disajikandgn cara di jus tanpa gula, dan yang melarang mengkonsumsi buah seperti buah sawo, kasturi, rambutan, kweni, durian, nangka,. Sedangkan mereka yang menderita Asam urat harus membatasi konsumsi sayur yang tinggi purin sederhananya hindari konsumsi sayur hijau tapi anjurkan sayur non hijau seperti wortel, waluh, tomat, kol, timun, terong, kentang ,labu siam, sawi putih, buah bit, paparika dll

  4. Wah terimakasih bapak.. Pembahasannya sangat menarik dan bermanfaat sekali.. pengetahuan semakin bertambah yang pastinya dapat diterapkan ke dlm kehidupan sehari-hari untuk menunjang kesehatan, selain itu juga masyarakat dapat lebih menyadari terhadap pentingnya untuk konsumsi buah dan sayur bagi kesehatan sehingga terhindar dari penyakit terutama penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, dsb.

  5. Silahkan teman teman sebarkan info ini kepada yang blm dan tdk sempat mengakses ke media ini, ok tks meulida, vidia, elysa, septi dll

  6. Sangat bermanfaat dan informatif, terimakasih banyak Pak artikelnya sangat membantu menambah kesadaran kita akan pentingnya konsumsi buah dan sayur

  7. semoga manfaat dan jika bisa disebarkan untuk org lain yg tdk sempat memperoleh info ini silahkan sebarkan ya