Dear Mahasiswa Abadi: Menghubungi Dospem Gak Usah Pake Curhat

  • Whatsapp
Buzzfeed | Nozomi Shiya

HAI kalian mahasiswa abadi yang tengah sibuk dengan skripsi. Pasti kalian sering bingung dengan banyaknya revisi, dosen yang susah ditemui atau gebetan yang tiba-tiba pergi. Eh.

Iyaiya. Tau kok. Semester akhir memang begitu menyiksa, terutama bagi kita–mahasiswa yang kepalang jadi donatur tetap kampus alias gak selesai-selesai kuliah. Huff. Mahasiswa tua tuh ya, mau ke kampus takut dikira dosen sama adik tingkat. Gak ke kampus takut sama calon mertua orangtua. Serba salah emang.

Read More

Udah gitu sering diolokin orang sebagai mahasiswa abadi pula. Yekan? cupcupcup :*

Mereka itu pasti gak tau, ada beberapa alasan kenapa mahasiswa sampai begitu betah di kampus, salah satunya karena skripsi yang gak di acc atau revisi ratusan kali yang bikin kami pusying setengah mati.

Lagian, kenapa sih dospem susah amat dihubungi 🙁

Menjawab pertanyaan itu, teman penulis (yang lulus lebih dulu–sialan) memberi saran-saran berikut ini yang bisa jadi juga berguna buat kamu, duhai mahasiswa donatur kampus.

Pertama:

Agar kemungkinan dibalas lebih besar, perhatikan waktu mengirim pesan ke dosen. Pilihlah jam-jam istirahat, entah ketika makan siang atau ketika beliau sudah di rumah. Sangat tidak disarankan mengirim pesan ke dosen saat di sepertiga malam akhir–karena hanya Tuhan yang membalas chat di jam-jam seperti itu. Uhuk.

Kedua:

Usahakan gunakan WhatsApp untuk menghubungi dosen kalian. Soalnya di masa sekarang agak bahaya kalau menghubungi dosen melalui sms, ntar malah disangka oknum iklan pinjaman dana cepat. Kan gak seru ntar kalau dibalas dospem gini: Engga. Saya gak butuh kamu!

Ketiga:

Kirimlah chat dengan baik dan sopan. Baiknya awali kalimat dengan mengucapkan salam. Usahakan untuk mencari perhatian sejak kalimat awal. Sangat diharamkan memulai chat dengan kalimat “Bro, posisi di mana?“. Dosenmu tidak seramah itu. Lagian kalau kamu ngechat begitu, takutnya dia malah jawab “Striker, bro. Kapan kita baku hantam?”

Kan berabe bosque~

Kamu juga bisa memulai percakapan dengan kalimat maaf seperti: mohon maaf Pak/Bu sudah mengganggu waktunya. Setelah itu lanjutkan dengan memperkenalkan diri supaya identitas kalian dikenali dengan baik. Ungkapkan maksud dan tujuan. Curhat masalah pribadi. Biaya kuliah mahal. Doi diajak jalan sama temen. Dan terakhir, sebagai penutup, jangan lupa ucapkan terima kasih.

Keempat:

Jika chat yang kalian kirim hanya berakhir dengan centang biru atau bahkan tidak dibaca sama sekali. Jangan ragu untuk menghubungi kembali dospem dua-tiga hari setelahnya. Siapa tau kan chat kamu yang pertama itu tenggelam.

Jika masih tidak ada respon (kebangetan banget sih emang), kalian bisa menelpon dan menceramahi dospem kalian sekali atau dua kali. Syukur-syukur langsung diangkat, jika tidak, maka biarkan saja. Jangan memaksa dospem kalian untuk mengangkat telpon, takutnya nanti kamu malah kena serangan balik dan gak bakal diladenin sampe hari akhir. Bahaya.

Bila memang situasi sudah se-urgen itu, cobalah untuk menghubungi dosen yang lebih akrab dengan kamu dan minta tolong untuk dihubungkan dengan dosen pembimbing.

Kelima:

Jika cara-cara di atas tidak jua berhasil, gak tau lagi deh itu dosen sesibuk apa sih jadi susah banget dihubungi. Nyerah aja. Gak lulus juga gapapa kok 🙁

Ali Muhammad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *