Efektifkah Dana Bantuan Covid-19 di Kalsel?

  • Whatsapp
Efektifkah Dana Bantuan Covid-19 di Kalsel?
Ilustrasi | Republika

BELAKANGAN kita mendengar berbagai prediksi kapan berhentinya virus corona atau covid-19 di Indonesia.  Ada yang mengatakan akhir Juni, ada yang mengatakan bulan Agustus, bahkan ada yang mengatakan akhir tahun 2020. Prediksi-prediksi tersebut datang dari beragam kalangan, dari publik figure, paranormal, atau bahkan dari pejabat publik sendiri.

Akan tetapi fakta tidak mengatakan demikian, setidaknya itu yang kita ketahui hingga akhir Agustus ini. Menurut  statistik, hingga hari ini sebaran Covid-19 di seluruh dunia mencapai 24 juta dengan total kematian 822 ribu.

Read More

Di Kalimantan Selatan sendiri, hingga tulisan ini dibuat, tercatat ada 7.974 kasus Covid-19 dengan total kesembuhan 5.637 dan meninggal 341 jiwa.

Para ahli menilai, laju penambahan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan cukup mengkhawatirkan. Bahkan Kalsel hingga saat ini berada di urutan ke enam dengan jumlah kasus positif terbanyak di Indonesia.

Dinas Kesehatan Kalsel mengatakan, laju tambahan Covid-19 paling tinggi terjadi pada bulan Juni yaitu sebanyak 2.275 kasus. Sedangkan, pada bulan April dan Mei bertambah sebanyak 171 dan 769 kasus. Hal itu diduga karena meningkatnya mobilitas penduduk baik dalam suatu daerah maupun lintas kabupaten dan kota.

Atas alasan itulah, Presiden Joko Widodo pada 13 Juli lalu memerintahkan jajarannya untuk fokus menangani kasus covid-19 di delapan provinsi, salah satunya adalah provinsi Kalsel.

Sayangnya, banyaknya kasus di Kalsel berbanding terbalik dengan penanganan yang kurang efektif, khususnya Kota Banjarmasin. Di mana banyak BLT atau bantuan langsung tunai yang dianggap tidak tepat sasaran.

Padahal, sebagaimana yang dituturkan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang saya kutip dari kalselpos.com pada Kamis (13/08/20), alokasi awal anggaran Covid-19 di APBD Kalsel senilai 200 miliar rupiah. Ditambah dengan dana cadangan senilai 180 miliar rupiah.

Seharusnya dengan anggaran yang besar dapat segera menurunkan angka penularan di Kalimantan Selatan sehingga dampak ekonomi mulai meningkat kembali.

Selain itu, selama ini anggaran penanganan Covid-19 tidak terbuka untuk publik sehingga masyarakat tidak mengetahui apa saja yang sudah dilakukan gugus tugas dalam penanganan wabah covid- 19.

Habib Ahmad Bahasyim
Latest posts by Habib Ahmad Bahasyim (see all)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *