Karpet Merah Dokter WNA Berpraktek di Indonesia dalam RUU PRAKTEK KEDOKTERAN “Hilangnya Adaptasi menjadi Evaluasi Kompetensi”

  • Whatsapp
Dokter WNA

Ada perbedaan menyolok antara UU 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dengan RUU Praktek Kedokteran baru yang lagi dibahas di Baleg DPR RI. Seperti tali tiga uang dan gayung bersambut dengan penyataan dari Menko maritim dan investasi akan mempermudah dan mendatangkan dokter asing dan mendirikan RS asing sebagai investasi LN dan menumbuhkan Wisata Medis.

Pada draf RUU Praktek Kedokteran yang penulis dapatkan dari sumber terpercaya, pada pasal 40 sampai 44 di RUU tersebut tentang Dokter dan Dokter WNA yang sebelumnya di UU 29 tahun 2004 tidak ada pasal mengenai dokter WNA.

Read More

Pasal 40
(1)Dokter dan dokter gigi warga negara asing dapat melakukan praktik kedokteran di Indonesia dalam rangka investasi maupun noninvestasi, dengan ketentuan:
a.Terdapat permintaan dari pengguna dokter dan dokter gigi warga negara asing;
b.Untuk alih teknologi dan ilmu pengetahuan;
c.belum tersedianya kompetensi yang sama dengan dokter dan dokter gigi setempat; dan
d.untuk jangka waktu 2 (dua) tahun, dan hanya dapat diperpanjang selama 1 (satu) tahun berikutnya
(2)Selain memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bagi dokter dan dokter gigi warga negara asing akan melakukan praktik di Indonesia dalam rangka investasi, hanya dapat ditempatkan di Kawasan Ekonomi Khusus.(SEPAKAT 25 SEPTEMBER 2020)

Pasal 41
(1)Dokter dan dokter gigi warga negara asing lulusan luar negeri yang akan melaksanakan praktik kedokteran di Indonesia harus mengikuti evaluasi kompetensi.
(2)Dikecualikan dari keharusan mengikuti evaluasi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi dokter dan dokter gigi warga negara asing yang akan melakukan praktik kedokteran di Indonesia dalam rangka investasi.
(3)Evaluasi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. penilaian kelengkapan administratif; dan
b. penilaian kemampuan untuk melakukan praktik kedokteran.
(4)Kelengkapan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a paling sedikit terdiri atas:
a. penilaian keabsahan ijazah oleh Menteri bertanggung jawab di bidang Pendidikan;
b. surat keterangan sehat fisik dan mental; dan
c. surat pernyataan untuk mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi;
(5)Penilaian kemampuan untuk melakukan praktik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dinyatakan dengan surat keterangan yang menyatakan telah mengikuti program evaluasi kompetensi dalam bentuk sertifikat profesi.
(6)Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dokter dan dokter gigi warga negara asing harus memenuhi persyaratan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(SEPAKAT 25 SEPTEMBER 2020)

Pasal 42
(1)Dokter dan dokter gigi warga negara asing yang telah lulus proses evaluasi kompetensi dan akan melakukan praktik di Indonesia harus memiliki STR Sementara dan SIP.
(2)STR Sementara bagi dokter dan dokter gigi warga negara asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang hanya untuk 1 (satu) tahun berikutnya.
(3)SIP bagi dokter dan dokter gigi warga negara asing berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang hanya untuk 1 (satu) tahun berikutnya.

Pasal 43
(1)Dokter dan dokter gigi warga negara asing yang akan menjadi peserta program pendidikan dokter spesialis atau dokter gigi spesialis di Indonesia wajib memiliki STR Bersyarat.
(2) Dokter atau dokter gigi warga negara asing yang akan memberikan pendidikan dan pelatihan dalam rangka alih ilmu pengetahuan dan teknologi untuk waktu tertentu, tidak memerlukan STR Bersyarat.
(3) Dokter atau dokter gigi warga negara asing sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus mendapat persetujuan dari Konsil Kedokteran Indonesia.
(4) Surat tanda registrasi dan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) diberikan melalui penyelenggara pendidikan dan pelatihan.

Pasal 44
Ketentuan lebih lanjut mengenai STR Sementara dan STR Bersyarat diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia.

Dokter dan Dokter Gigi Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri

Pasal 38

(1)Dokter dan dokter gigi warga negara Indonesia lulusan luar negeri yang akan melaksanakan praktik kedokteran di Indonesia harus mengikuti evaluasi kompetensi.(2)Evaluasi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. penilaian kelengkapan administratif; dan
b. penilaian kemampuan praktik melalui uji kompetensi nasional dan program adaptasi.
(3)Uji kompetensi nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan oleh panitia nasional uji kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
(4)Ketentuan lebih lanjut mengenai evaluasi kompetensi diatur dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia. SEPAKAT 22 SEP 2020Pasal 39
(1)Dokter dan dokter gigi warga negara Indonesia lulusan luar negeri yang telah lulus evaluasi pendidikan dan akan melaksanakan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki STR dan SIP.
(2)Ketentuan memperoleh STR dan SIP mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 28 sampai dengan Pasal 31 dan Pasal 33 sampai dengan Pasal 37.

Dalam RUU PK mengenai Dokter WNI lulusan LN dan Dokter WNA lulusan Negaranya ada DISKRIMINASI yaitu dokter WNI lulusan LN masih ada adaptasi dalam rangka evaluasi kompetensi, Sedangkan Dokter WNA lulusan negaranya TIDAK ada Adaptasi.

Demikian hal ini disampaikan dan perlu dicermati RUU PRAKTIK KEDOKTERAN dan korelasinya dengan UU Nomer 11 tahun 2020 tentang CIKA

Banjarbaru 22 November 2020

Abd Halim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *