Kisah Cinta Beda Agama Anak Rasulullah yang Mengharukan

  • Whatsapp
Kisah Cinta Beda Agama Anak Rasulullah yang Mengharukan

Kasus cinta beda agama sudah jadi masalah klasik yang terjadi sejak ratusan tahun lalu. Di masa kini, permasalahannya bukan semata terletak pada perbedaan pandangan tentang konsep agama dan Tuhan, tetapi juga pada keluarga yang seringkali berselisih paham antara satu dengan yang lain.

Dalam sejarah, tercatat, kisah cinta beda agama pun pernah terjadi di masa Rasulullah. Yang lebih membuat terenyuh, kisah cinta tersebut adalah kisah cinta putri Rasulullah Muhammad SAW yang bernama Zainab dengan seorang pemuda bernama Abdul Ash.

Read More

Walau keduanya berbeda keyakinan, cinta keduanya adalah cinta yang begitu sejati. Namun pernikahan yang mereka jalani tidak berjalan bahagia seperti apa yang mereka harapkan. Kesedihan dan perjalanan cinta yang sulit ini dimulai saat Zainab memutuskan untuk memeluk Islam mengikuti sang ayah juga sanak saudaranya. Sementara sang suami, Abdul Ash tetap kokoh pada pendiriannya dengan keyakinan dan keimanan yang ia jalani selama ini.

Kesedihan dan kegundahan lalu berlanjut ketika saat perang Badar terjadi, Abdul Ash yang merupakan anak dari pimpinan tentara yang memerangi Islam kalah dalam perang. Ia pun akhirnya menjadi tawanan tentara Islam di zaman tersebut.

Dilansir dari laman merdeka.com yang juga mengutip kisah Zainab di buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad karya Nizar Abazhah, akhirnya Zainab bisa menebus suami. Untuk menebus sang suami dari tentara Islam, Zainab harus merelakan satu-satunya kenangan dari sang bunda (Khadijah) di hari pernikahannya yakni seuntai kalung dan menyerahkan kalung tersebut ke tentara Islam sebagai tebusan.

Melihat kalung tersebut, Rasulullah pun terharu karena kalung itu mengingatkannya pada sosok istri tercinta yang telah tiada. Kepada tentara muslim, Rasulullah pun mengatakan, “Kalau tidak keberatan, kalian serahkan kepadanya (Zainab) tawanan beserta kalungnya.” Apa yang dilakukan Zainab terhadap suami ini merupakan bukti cinta yang tulus dari dalam dirinya. Ya, meskipun mereka berdua adalah dua insan yang saat itu telah berbeda agama atau keyakinan. Melihat ketulusan sang istri, Abdul Ash pun merasa begitu terharu.

Keharuan tersebut tak sampai di situ saja, perjalanan cinta mereka selanjutnya ini lebih mengharukan ketika turun wahyu dari Allah yang mengharamkan pernikahan dua anak manusia berbeda agama. Zainab dan Abdul Ash pun akhirnya bercerai.

Suatu ketika saat melakukan perjalanan berdagang, di perjalanan Abdul Ash diserang oleh kabilah muslim. Barang dagangan miliknya diambil oleh kabilah muslim. Dengan apa yang menimpa dirinya, Abdul Ash pun pergi ke rumah Zainab dan meminta perlindungannya.

Dengan apa yang menimpa Abdul Ash, dan Rasulullah pun tahu persis bagaimana perasaan putrinya, Rasulullah meminta dengan baik kepada kabilah muslim untuk mengembalikan barang-barang milik Abdul Ash. Di perjalanan pulang ke Mekkah di mana ia tinggal, Abdul Ash pun tersadar bagaimana baik dan pedulinya Zainab juga Rasulullah padanya. Abdul Ash tersadar bahwa mantan istri dan mertuanya tersebut mau melindunginya meski ia bukanlah seorang muslim. Oleh sebab itu, ia pun akhirnya kembali ke Madinah dan mengatakan pada Rasulullah bahwa ia akan masuk Islam. Mendengar pengakuan Abdul Ash, Rasulullah pun mengembalikan Zainab kepadanya dan keduanya pun akhirnya kembali hidup rukun saling mencintai bersama. Namun sayang, kebersamaan keduanya di dunia tidak berlangsung lama.

Beberapa waktu setelah resmi menjadi istri Abdul Ash kembali, Zainab meninggal dunia. Selang beberapa waktu meninggalnya Zainab, Abdul Ash pun juga kembali ke haribaannya. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa kepergian Abdul Ash terjadi karena ia tak kuat menahan kepedihan atas meninggalnya sang istri tercinta. Pernikahan Zainab dan Abdul Ash ini sendiri dikatakan menghasilkan dua orang anak. Mereka adalah Ali dan Umaymah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *