KKN di Masa Pandemi Jadi Ladang untuk Beramal

  • Whatsapp
KKN di Masa Pandemi Jadi Ladang untuk Beramal

BAGI mahasiswa yang berada di tingkat semester atas pasti akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

KKN adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia.

Read More

Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Namun, adanya pandemi covid-19 membuat pelaksanaan KKN menjadi terhambat. Bagaimana tidak, KKN yang umumnya dilakukan dengan melibatkan banyak massa kini tidak lagi dapat dilakukan, mengingat penyebaran virus corona yang terjadi dengan sangat cepat jika melibatkan banyak orang.

Namun bagaimanapun, KKN harus tetap dilaksanakan meski di tengah pandemi seperti ini, sebab hal tersebut merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa.

Untuk mensiasati covid-19, KKN terpaksa dilakukan secara daring atau secara individu sesuai daerah tempat tinggal masing-masing. Hal ini juga yang dialami oleh salah satu mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Bandung (Sunan Gunung Djati) Dhania Alviana Humaira yang bertempat tinggal di Banjarbaru. Ia melakukan KKN secara individual. Individu di sini, yaitu tanpa kelompok dari daerah yang sama.

Seperti yang kita tahu, biasanya KKN dilakukan bersama anggota kelompok lainnya. Namun, dikarenakan ia satu-satunya mahasiswi yang berdomisili di Banjarbaru, maka ia memutuskan untuk melakukan kegiatan pengabdian secara perseorangan. Beruntungnya ia dalam hal ini dibantu banyak oleh saudarinya yaitu Ismira Dwi Savitri, serta dua orang teman lainnya. Mereka adalah mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat yang sedang menikmati liburan semester genap.

Beberapa kegiatan KKN disusun secara sistematis. Kegiatan utama dari program pengabdian tersebut yaitu mengajar Bahasa Inggris. Hal ini sejalan dengan bidang yang ia tekuni yaitu jurusan Sastra Inggris. Sedangkan tempat yang dijadikannya sebagai lokasi pengabdian ialah Panti Asuhan Puteri Muhammadiyah Martapura.

Tempat tersebut ia pilih dikarenakan proses perizinan dalam panti asuhan tersebut lumayan mudah serta tidak repot mengumpulkan banyak massa seperti ketika melakukan program pengabdian di desa. Alasan lain, sepengakuannya, dikarenakan belum pernah diadakannya pembelajaran Bahasa Inggris di dalam panti asuhan tersebut.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ia bersama teman-teman tetap melaksanakan cuci tangan serta pemberian handsanitizer sebelum melakukan proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus di area panti asuhan.

Anak-anak di panti asuhan tersebut sangat kooperatif dengan kehadiran Dhania beserta teman-temannya. Mereka terlihat begitu senang dan bersemangat selama proses pembelajaran yang dilakukan selama dua kali dalam seminggu dengan durasi belajar selama sejam setengah.

Untuk proses pembelajarannya sendiri dimulai dengan pemberian materi yang dilakukan pada 35 menit awal dan disusul dengan pemberian soal latihan selama 15 menit–dengan tujuan agar anak-anak bisa langsung mempraktekan materi yang telah disampaikan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi jauh lebih menyenangkan karena adanya games berhadiah yang diberikan di akhir pembelajaran.

Menurut Dhania, anak-anak akan cepat bosan dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya agar mereka tidak merasa bosan dan jenuh, perlu adanya strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

“Salah satunya dengan pemberian games berhadiah ini,” tuturnya.

Selain itu games yang diberikan bukan sekadar games biasa, tetapi games yang berhubungan dengan skill dalam Bahasa Inggris. Seperti permainan ‘listen carefully’ yang melatih kemampuan listening. Serta games ‘sambung huruf terakhir’ yang melatih kemampuan speaking anak-anak asuh.

Pemberian hadiah diberikan bagi kelompok atau anak yang memiliki perolehan nilai paling tinggi. Bukan hanya permainan yang menarik anak-anak untuk lebih bersemangat belajar. Akan tetapi, Dhania beserta temannya yang lain juga memberikan konsumsi berupa snack dan minuman di awal pembelajaran.

Hampir selama sebulan kegiatan ini dilaksanakan banyak respon positif yang diterima oleh Dhania dan kawan-kawan.

Murni Amini, pengasuh panti asuhan tersebut mengatakan, Program kegiatan KKN ini sangat bermanfaat bagi anak-anak asuh. Hal ini dikarenakan selama pandemi berlangsung pembelajaran Bahasa Inggris yang didapatkan di sekolah kurang maksimal.

“Kakak-kakak yang melakukan KKN di sini sangat membantu mereka dalam proses pembelajaran, terutama Bahasa Inggris,” jelasnya.

“Pembelajaran yang diberikan seru apalagi dengan adanya games berhadiah yang membuat kami menanti-nanti pembelajaran dari kakak-kakaknya,” ujar Firli serta Nadya, perwakilan anak asuh panti asuhan, mengamini pengasuh panti tersebut.

Sedangkan menurut Maryam, salah seorang mahasiswi semester 3 jurusan psikologi, yang juga ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mereka bersosialisasi, menambah relasi, serta menambah ilmu baru agar nantinya bisa diterapkan ketika mereka melakukan kegiatan pengabdian di masyarakat.

KKN di Masa Pandemi Jadi Ladang untuk Beramal

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata kemudian ditutup oleh Dhania Alviana Humaira selaku pelaksana utama dan perancang program KKN di Panti tersebut. Dalam penutupannya ia memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu jalannya kegiatan pengabdian tersebut. Serta memberikan semangat agar anak asuh tetap melakukan kewajibannya sebagai pelajar meskipun dalam keadaan seperti saat ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian nasi box kepada seluruh anak panti beserta pengasuh dan teman-teman yang terlibat.

Program KKN di Panti Asuhan ini bukan hanya sebagai kewajiban mahasiswa dalam menjalankan pengabdian semata, tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi dan beramal.

Toh, ada banyak cara yang dapat dilakukan sebagai generasi muda untuk membantu sesama. Tidak harus dengan mengeluarkan banyak uang, namun dari hati yang tulus dan niat yang bulat untuk berbagi ilmu pun sudah bernilai baik di mata Tuhan yang Maha Esa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *