Komunitas Penolong Pondokan: Dakwah Generasi Z Harus Kreatif dan Menyenangkan

  • Whatsapp
Dakwah Generasi Z Harus Kreatif dan Menyenangkan
ilustrasi | net

Anak muda, seperti saya khususnya, selalu dihinggapi penyakit malas saban kali hendak berangkat menuju pengajian. Alasannya macam-macam, tapi yang paling sering sih karena bosen sebab di pengajian sebagian waktu saya habiskan hanya untuk duduk dan mendengarkan ustadnya ngomong sejam-dua jam. Itu saya, dan mungkin juga terjadi pada banyak anak muda lain di luar sana.

Tapi apa yang bisa saya—dan anak muda lain yang malasnya selevel dengan saya—lakukan?

Read More

Mulanya saya membayangkan sebuah pengajian dengan konsep yang ramah terhadap mata-cepat-ngantuk seperti saya. Mungkin ada diskusi masalah aktual, nonton teater atau hal-hal semacam itu.

Konsep pengajian yang saya bayangkan itu sesungguhnya bukan hal aneh, sebab ada banyak orang yang melakukan itu di penjuru dunia ini. Bahkan, tengoklah cerita Walisongo, kita bisa melihat penyampaian dakwah beratus tahun silam menjadi begitu menyenangkan dengan beragam cara: wayang, musik, dan lain-lain.

Di Kalimantan Selatan kita mengenal alm. Ustadz Hamdani Akbar yang kerap menyelipkan candaan serta kisah cinta penuh tragedi dalam setiap ceramah agamanya—sesuatu yang acapkali ditunggu para jamaah beliau.

Maksud saya menyebut dua contoh di atas adalah bahwa: pengajian agama bisa loh sebenarnya tidak “semembosankan” itu; bahwa bisa loh sebenarnya kita mengadakan dakwah dengan cara yang menyenangkan dan bisa diterima oleh kalangan super-malas—terutama anak-anak muda seperti saya.

Apakah mungkin dan … bagaimana caranya?

Kawan saya, Sayyidi M. Fajar Sadely, menjawab pertanyaan itu dengan cara yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Entah dari mana ide itu ia dapat, tapi apa yang mulanya hanya bisa saya bayangkan bisa ia wujudkan (atau akan ia wujudkan, sebenarnya) dengan Komunitas Penolong Pondokan yang ia kepalai.

Kepada saya, dia bercerita bahwa Komunitas Penolong Pondokan mulanya gerakan sosmed (instagram) yang bertujuan untuk menolong para santri di seluruh Kalimantan Selatan agar mudah mendapatkan informasi  tentang kegiatan keagamaan. Tapi belakangan mereka menyadari bahwa perlu ada aksi nyata dan kreatif untuk berdakwah, tidak sebatas postingan di medsos belaka.

“Tujuannya sih agar muslim, terutama para santri tidak kaku dalam mensyiarkan Islam,” ucapnya.

Untuk mewujudkan keinginan itu, Komunitas Penolong Pondokan berinisiatif melakukan dakwah di Panti Asuhan Muhammadiyah, Pesayangan, Martapura Kota. dengan cara yang memang seperti tujuan awal dibentuknya mereka: Berdakwah dengan cara menyenangkan.

Acara yang akan dilaksanakan pada Minggu 04/04/21 tersebut mereka namai “Generasi Z dalam Dakwah” dengan tema “Jadilah Muslim yang Ramah”.

Dalam acara tersebut, sepenuturan Sayyidi, akan ada Teatrikal Puisi, Madihin, pemutaran film pendek, games dan tentu saja ceramah agama.

“Semoga dengan diadakannya acara ini, santri bisa memahami bahwa dalam menyiarkan ajaran Islam itu tidak melulu harus duduk dan ceramah saja. Kita bisa membuatnya lebih menarik dan dengan begitu pesan yang ingin disampaikan bisa lebih diterima,” ujar lulusan sarjana hukum tersebut.

Sementara Sayyidi menceritakan susunan acara, saya membayangkan apa yang terjadi ketika acara itu dilangsukan nanti. Seorang anak mungkin akan melihat dengan kagum pemadihinan menyampaikan pesan agama lewat syair yang lucu, seseorang yang lain mungkin ikut merasakan bagaimana puisi bisa menusuk-nusuk hatinya dan pesan yang ada di dalam puisi tersebut menancap bagai anak panah yang tak ia duga datangnya, dan bayangkan pula seorang anak dengan polosnya mengikuti setiap dialog dalam film pendek yang sejatinya berisikan pesan agama. Bayangkan semua itu. Bayangkan seseorang, atau bahkan semua anak itu, akan melihat pertunjukan yang barangkali tidak pernah mereka lihat sebelumnya, dengannya mereka akan menyadari bahwa di dunia ini ada banyak pilihan untuk hidup, untuk menyampaikan syiar agama, untuk bertahan.

Jika begitu, maka sungguh Komunitas Penolong Pondokan telah membukan satu lagi pintu kemungkinan masa depan bagi anak-anak yang hadir di acara itu. Mereka telah berbuat baik, lebih dari sekadar memberi ceramah agama semata.

Dan saya merasa, kita perlu berterima kasih kepada mereka karena telah berbuat baik terhadap masa depan anak-anak itu, kepada masa depan generasi muslim selanjutnya. Terima kasih Komunitas Penolong Pondokan.

Avatar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *