Lengkapi Protokol Kesehatan, SMPN 1 Martapura Barat Jadi Contoh Pembelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp
Lengkapi Protokol Kesehatan, SMPN 1 Martapura Barat Jadi Contoh Pembelajaran Tatap Muka
siswa mencuci tangan sebelum memasuki ruangan kelas SMPN 1 Martapura Barat

SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Martapura Barat. Kabupaten Banjar menyiapkan beberapa fasilitas dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sebagai upaya menerapkan pembelajaran tatap muka dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memastikan akan melakukan pembelajaran tatap muka di Tahun Ajaran 2020-2021 atau di semester genap nanti. Sejauh ini, Kepala sekolah tingkat SD hingga SMP bahkan sudah disosialisasikan terkait pembelajaran tatap muka.

Read More

Sebagai percontohan, dua sekolah sudah ditunjuk menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan di sekolah dan siap melakukan pembelajaran tatap muka yakni SMPN 1 Martapura Barat dan SDN Penggalaman 2.

Sekolah yang beralamat di Jalan Padat Karya nomor 3 Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini telah mensosialisasikan kepada para siswanya yang berjumlah 204 siswa dari kelas 1-3 tersebut, untuk memakai masker dan pelindung muka sebagai syarat utama protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, pihak sekolah juga telah menyiapkan fasilitas cuci tangan dan memberikan jarak di ruang kelas 1,5 meter.

Menurut Kepala SMPN 1 Martapura Barat, H. Mahyuni, dikarenakan sekolahnya ditunjuk sebagai percontohan pembelajaran tatap muka, pihaknya telah memenuhi semua syarat yang diperlukan untuk pembelajaran tatap muka.

“Siswa yang mengikuti proses pembelajaran tatap muka, kami berikan dua sif yakni pagi pukul 08.00-10.00 Wita dan siang pukul 11.00-12.30 Wita,” terangnya, Rabu (2/12/2020).

Ia menyebutkan, ada 12 kelas yang kami berdayakan untuk pembelajaran, rata-rata setiap kelas berisi 18 siswa dengan jarak 1,5 meter tiap mejanya.

“Untuk pulangnya pun bergantian per-3 kelas dengan jarak antara 10-15 menit,” jelas Kepala SMPN 1 Martapura Barat.

Ia menambahkan, pembelajaran seperti ini juga telah mendapatkan respon positif dari orangtua murid.

“Saat sosialisasi, hampir 100 persen orangtua murid menyetujui adanya pembelajaran tatap muka,” sebutnya.

Sejauh ini, SMPN 1 Martapura Barat telah menyediakan beberapa fasilitas seperti 17 buah tempat cuci tangan dimana terletak di depan kelas, 2 tandon besar kapasitas 1.200 liter air dan 1 tandon kapasitas 600 liter air yang dipergunakan untuk mencuci tangan.

“Fasilitas tersebut berasal dari Dana Afirmasi sebesar Rp 60 juta dan 10 liter Cairan Disinfektan dari BPBD Kabupaten Banjar. Jadi hampir 80 persen fasilitas ini dari sekolah sendiri,” ungkap H Mahyuni.

Namun demikian, dirinya berharap kepada pemerintah daerah agar kembali memberikan bantuan kepada kami, terutama untuk bantuan dana.

“Karena pembelajaran ini berkelanjutan, saya berharap untuk pemerintah daerah agar memberikan bantuan berupa dana. Guna memenuhi fasilitas yang diperlukan di tengah pandemi covid-19,” harap Kepala SMPN 1 Martapura Barat. (hum/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *