Mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin di Banjarbaru Galang Dana untuk Korban Banjir

  • Whatsapp
STKIP PGRI Banjarmasin Bantu Korban Banjir
STKIP PGRI Banjarmasin Kampus II Banjarbaru bantu Korban bencana banjir

Bencana banjir di Kalimantan Selatan di awal tahun 2021 mengundang banyak perhatian dan simpati masyarakat luas. Kesigapan masyarakat untuk ambil bagian membantu para korban bencana banjir terus berdatangan. salah satunya adalah dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Bina Kreatifitas Mahasiswa (BKM) STKIP PGRI Banjarmasin Kampus II Banjarbaru.

Melalui rilis yang dikirim ke banaranmedia.com, BKM STKIP PGRI di Banjarbaru telah membuka donasi sejak 14 Januari 2021. Sehari setelah donasi dibuka, BKM langsung bergerak menyalurkan 200 nasi bungkus. Kloter pertama bantuan ini diserahkan langsung kepada warga yang mengungsi di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Read More

Mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin di Banjarbaru Galang Donasi Bencana Banjir di Kalsel

Guna memaksimalkan penggalangan dana, BKM juga turun aksi ke jalan untuk penggalangan dana di Banjarbaru. Aksi ini dilakukan selama dua hari ,16-17 September 2021. Hasil dari penggalangan dana langsung diolah menjadi makanan siap santap. Untuk mengolah makanan tersebut rekan-rekan BKM membuat dapur umum darurat di rumah ketua umum BKM.

Aktifitas mengolah makanan dilakukan pagi hari oleh para BKM dan relawan mahasiswa STKIP PGRI di Banjarbaru dan disalurkan kepada pengungsi di Masjid Agung Al Karomah Martapura yang jumlahnya membludak.

Selain mendapatkan donasi berupa uang, BKM juga mendapat donasi berupa sembako, pakaian layak pakai dan segera disalurkan kepada yang membutuhkan.

Mengingat luasnya area terdampak banjir, BKM pun meluaskan saluran bantuan seperti ke desa Tambak Danau, Kabupaten Banjar yang difasilitasi Dewan Penasehat Organisasi BKM. Bantuan berupa 8 kardus mie instan, 7 kardus air mineral, 4 plastik kantong mayat pakaian layak, obat-obatan, dan paket sembako diserahkan langsung kepada warga yang terdampak banjir di desa tersebut.

Partisipasi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BKM ini sebagai wujud kepedulian nyata. Hal ini karena lambatnya bantuan pemerintah pada awal bencana banjir. Maka para relawan yang berasal dari masayarakat biasa bahu-membahu membantu para korban. Tidak terhitung posko dan dapur umum yang lahir dari akar masyarakat. (rilis/hip)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *