Membagi Dua Hati, antara Pilkada Serentak dan Penanganan Covid 19

  • Whatsapp
Pilkada Serentak 2020 dan Covid 19

Penanganan Pandemi Covid 19 belum usai, dan kita sebagai warga negara sedang dipersiapkan untuk berpartisipasi menghadapi agenda besar, yakni pilkada serentak. Keduanya sama penting, namun bisakah dua agenda besar di atas tertangani dengan sebaik-baiknya?

Kepentingan Politik dan Tanggung Jawab

Keputusan Presiden Nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 mengatur para Gubernur, Wali Kota dan Bupati agar langsung menjadi leader yang tidak dapat didelegasikan kepada penjabat lain.

Read More

Sebagai orang awam, saya melihat betapa riskannya penanganan covid 19 jika para leader ini kemudian justru mengalihkan konsentrasinya untuk menjadi kontestan dalam Pilkada Serentak.

Sebuah dilema memang, di satu sisi bertanggung jawab terhadap nasib kesehatan warganya, di sisi lain juga harus memenuhi tuntutan peran politiknya sebagai kepala daerah.

Jujur, saya mengkhawatirkan kondisi di atas dan berharap para pemimpin kepala daerah yang akan kembali maju dalam Pilkada Serentak tetap memprioritaskan kepentingan penangan Covid 19, tidak hanya bersibuk mencitrakan diri demi terpilih kembali.

Harapan saya itu memiliki korelasi atas perkembangan kasus harian Covid-19 pada Kamis (27/8/2020), seperti dilansir kompas.com, melalui data yang dibagikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tercatat ada 2.719 kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Data tersebut terhitung sejak pukul 12.00 WIB Rabu (26/8/2020) hingga pukul 12.00 WIB pada Kamis. Sehingga secara akumulatif ada 162.884 kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini. Adapun jumlah penambahan ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 29.663 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Artinya, jika agenda pilkada serentak yang rencananya pada Desember 2020 mendatang membuat lengah para kepala daerah, tidak menutup kemungkinan pada hari itu, kita tidak saja sedang melaksanakan pesta demokrasi, tapi sekaligus perkabungan massal korban Covid -19.

Tugas dan Fungsi Anggota DPRD

Terkait penanganan Covid -19 di daerah, kekhawatiran saya di atas tentu saja menjadi tugas dan fungsi para anggota dewan untuk terus berperan aktif melakukan fungsi pengawasan terhadap kepala daerah agar penanganan Covid -19 tetap terlaksana dengan baik. Bukan sebaliknya, turut sibuk mempersiapkan diri suksesi Pilkada Serentak saja.

Anggap saja tulisan ini laiknya berkirim surat seperti lirik lagu “Suara Buat Wakil Rakyat” yang dinyanyikan Iwan Fals.

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu, jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang, jangan hanya diam!

Meski demikian, saya pun menyadari bahwa kepala daerah dan para anggota dewan tidak terlepas dari lingkaran politik. Agenda pilkada serentak tentu saja menuntut peran besar mereka, bukan hanya sukses dalam penyelenggaraan di daerah, tapi juga sukses dalam hal dukung mendukung.

Namun satu hal yang bisa direnungkan, jika situasi Pandemi Covid -19 justru semakin mengganas hingga Desember 2020 mendatang, sangat mungkin para pemilih cerdas akan semakin banyak bermunculan, dan mereka akan sangat pandai memilih calon kepala daerah mereka atau tidak sama sekali. Entahlah..!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *