Nahas! Bonceng Kedua Anaknya, Pengendara Motor ini Tabrakan dengan Truk Kontainer Hingga Terseret

  • Whatsapp
Nahas! Bonceng Kedua Anaknya, Pengendara Motor ini Tabrakan dengan Truk Kontainer Hingga Terseret
Rekaman Kejadian | CCTV

NASIB NAHAS dialami oleh seorang ibu dan kedua anaknya asal Desa Cindai Alus, Martapura yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, pasalnya motor dengan merek Honda Beat yang dipakai untuk membonceng kedua anaknya mengalami tabrakan dengan truk kontainer di Jalan A Yani Km 40 tepatnya di Lampu merah Pasar Batuah Martapura, Rabu (23/12/2020).

Diketahui pengendara tersebut bernama Nor Hana (35), dan kedua anaknya yang berusia 11 dan 6 tahun.

Read More

Kejadian nahas tersebut terekam oleh CCTV dan beredar di media sosial. Dari tayangan tersebut, setelah bertabrakan, pengendara motor dan kedua anaknya sempat terseret cukup jauh oleh truk kontainer.

Kanit Laka Lantas Polres Banjar, Ipda Alfian Noor melalui Bripka Mujianto menjelaskan, korban dan kedua anaknya mengalami luka yang cukup parah.

“Anak paling kecil itu lukanya cukup parah, sobek bagian paha. Si anak yang berusia 11 tahun lecet dan ibunya luka robek bagian kaki. Ketiganya dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha untuk mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Untuk kronologisnya sendiri, Bripka Mujianto menerangkan, kondisi saat itu masih gerimis pasca turun hujan. Si pengendara datang dari Jalan Batuah dan ingin menyeberang menuju Pasar Batuah Martapura. Sedangkan truk kontainer sedang melintas dari arah Banjarbaru menuju Hulu Sungai.

“Posisinya saat itu si korban yang menabrak truk. Setelah tertabrak sempat terseret, untungnya tidak sempat terlindas,” bebernya.

Ia melanjutkan, saat ini barang bukti telah diamankan dan sopir telah dimintai keterangan untuk penyidikan lebih mendalam.

“Sebelumnya dari laporan warga, sopir sempat ingin kabur. Namun warga sempat menghalanginya,” tambah Bripka Mujianto.

Setelah mendapatkan perawatan dari pihak RSUD Ratu Zalecha kepada korban dan kedua anaknya. Pihak RSUD Ratu Zalecha menyatakan

Dari informasi oleh pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura, saat dilakukan perawatan medis kepada Ibu korban dan kedua anaknya. Pada pukul 16.40 Wita, Si anak korban paling kecil (6) dinyatakan meninggal dunia akibat luka sobek yang cukup parah di bagian perutnya.

Pernyataan tersebut pun dibenarkan oleh Bripka Mujianto, yang meninggal dunia adalah anak yang berusia 6 tahun.

“Benar, anak yang paling kecil yang meninggal dunia, baru saja dapat kabar dari pihak rumah sakit,” terangnya.

Ia menerangkan, kondisi korban mengalami luka cukup parah, robek bagian pangkal paha sampai bagian perut.

“Korban sempat terseret ban depan kiri truk kontainer, mungkin itulah yang menyebabkan korban mengalami luka cukup parah,” ungkap Bripka Mujianto.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih mendalami insiden nahas tersebut. (hum/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *