Pameran Tunggal Hajriansyah: SULUK

  • Whatsapp
PAMERAN TUNGGAL HAJRIANSYAH: SULUK
PAMERAN TUNGGAL HAJRIANSYAH: SULUK

GELIAT seni rupa di Kalimantan Selatan tidak bisa dipungkuri bersimpul di Banjarmasin. Meskipun sekarang banyak kantong-kantong baru telah bermunculan di setiap kota/ kabupaten di Kalimantan Selatan. Geliat ini tentu saja salah satunya bisa kita lihat dari tumbuhnya para pelukis dan perupa dan salah satunya adalah peristiwa kultural dalam menggelar karya-karya pelukis atau perupa. Pameran tunggal seorang pelukis atau perupa merupakan sebuah titik puncak dari pencapaian aktifitas kesenimanannya.

Beberapa hari lagi seorang pelukis Kalimantan Selatan, Hajriansyah akan melakukan pameran tunggal pertamanya di kampung buku, Sultan Adam, Banjarmasin. Pameran ini telah disiapkan Hajriansyah kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya menemukan titik simpulnya untuk dipamerkan. Kurang lebih ada 15 lukisan akan dipamerkan dengan bercorak gaya ekspresionisme. Hajriansyah memberi tajuk pameran tunggalnya ini dengan judul SULUK: Journey to Indepth Memory.

Read More

Hajriansyah menjelaskan bahwa Suluk adalah sebuah perjalanan batin atau rohani, subyeknya biasa disebut salik. Istilah ini biasa dipakai dalam perbincangan spiritualitas atau mistik Islam, atau tasawuf.

“Saya sendiri memasuki “dunia” semacam ini kurang lebih 10 tahun yang lalu, melalui seorang syekh tarekat.  Muncul keinginan pameran tunggal tiga tahun terakhir yang lalu,” ujarnya.

Hajriansyah mulai perlahan-lahan menyusun kembali kenangan-kenangan yang pernah menghampiri benak terdalamnya. Ketika beberapa hari terakhir menjelang pameran ini, bersama kawan seniman yang membantu terselenggaranya pameran, pertanyaan akan kenangan Hajriansyah semakin kuat-mendalam. Ketika teman Hajriansyah bertanya, apa makna, apa peristiwa, yang melatarbelakangi lukisan ini dan itu, Hajriansyah tak mampu mengingat lebih jauh.

“Yang jelas, setiap lukisan lahir dari suatu problem tertentu, kenangan yang tak mampu dijelaskan, karena tumpukan memori bawah sadar yang begitu tebal beberapa tahun terakhir ini,” ucap hajriansyah.

PAMERAN TUNGGAL HAJRIANSYAH: SULUK

Pameran tunggal Hajriansyah ini tidak sekadar mempertontonkan garis dan titik atau pencampuran warna. Ada hal lain yang juga begitu kuat, yaitu tentang bagaimana akhirnya sebuah ruang pameran telah menembus batas-batas kewajarannya. Kampung buku yang notabene adalah ruang publik kemudian disulap menjadi ruang pamer Hajriansyah. Tentu saja pemilihan ruang ini tidak sembarangan karena ruang kampung buku ini adalah ruang ekpresi Hajriansyah sendiri baik dalam berdiskusi hingga melahirkan karyanya sendiri.

Pameran tunggal ini akan dibuka pada hari sabtu tanggal 24 Oktober 2020 jam 20.30 WITA melalui program Bacangkurah LK3 yang akan disiarkan secara langsung melalui media social LK3 dan Kampung Buku. Kegiatan pameran ini akan menerapkan standar protokol Covid-19 yang berlaku. Jadi untuk siapa saja yang ingin datang sejak tanggal 26 oktober 2020 hingga 8 november 2020 pameran akan dibuka setiap hari dari pukul. 16.000-22.00 WITA. Karya-karya lukisan pada pameran ini juga diperjualbelikan dan bisa langsung berhubungan dengan pelukisnya di Kampung Buku.

Pameran tunggal SULUK: Journey to Indepth Memory sendiri dikelola dengan kerjasama oleh Kampung Buku dan NSA Project Movement. Selain itu, untuk dokumentasi dan katalog karya dikerjakan oleh Bias Studio Banjarmasin. Cara kerja kolektif ini juga melibatkan banyak pelukis atau perupa dan seniman lintas sektor lainnya. Pada malam penutupan di tanggal 8 November 2020 akan dihibur oleh Dapur Teater Kalimantan Selatan. Narahubung pameran untuk informasi dan lain hal silakan berkontak dengan nomor hp berikut ini Novyandi (082196179916) Hajriansyah (085248955593) Iky (082155428481).

Avatar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *