Pasca Banjir Kabupaten Banjar: Sampah Material Menumpuk

  • Whatsapp
Pasca Banjir Kabupaten Banjar: Sampah Material Menumpuk

PASCA BANJIR DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN, meski sebagian tempat sudah tidak lagi terendam air, tapi masalah lain justru datang berupa sampah material yang menumpuk, antara lain perkakas rumah tangga yang tak terpakai atau rusak karena tak tahan air.

Volume sampah yang tiba-tiba melebihi kapasitas peningkatannya terjadi di mana-mana membuat DLH Kabupaten Banjar bekerja keras untuk menanggulangi.

Read More

Apalagi, di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah sebagaimana tampak di pinggiran Jalan A Yani Kecamatan Kertak Hanyar dan Gambut, tidak seyogianya sampah material dibuang di lokasi itu.

Antara lain, springbed, kasur biasa, lemari, kursi, ban sepeda motor, barang elektronik dan lain-lain.

Malahan, volume peningkatan sampah sempat memacetkan kawasan setempat di Jalan A Yani.

Ironisnya, penumpukan itu terjadi selain sampah material yang tak seharusnya dibiang di TPS. Juga masih ada masyarakat membuang sampah tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Batasan waktu diperbolehkan untuk membuang sampah di TPS, berlaku pukul 18.00 sampai 06.00 Wita.

Perda Kabupaten Banjar Nomor 4 Tahun 2016 Pasal 57, bahwa setiap orang/badan dilarang membuang sampah mengandung bahan berbahaya dan beracun. Maupun membakar sampah, membuang sampah di luar pukul 18.00 sampai 06.00 Wita, juga merusak fasilitas kebersihan.

Bagi yang tidak mentaati peraturan ini, maka akan dikenakan sanksi berupa kurungan selama tiga bulan atau denda maksimal Rp25 juta.

Pasca Banjir Kabupaten Banjar: Sampah Material Menumpuk

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar Boyke W Triestiyanto MT mengatakan, perihal penambahan volume sampah pasca banjir sudah bisa diatasi.

“Memang volume sampah terjadi peningkatan, tapi permasalahan ini dapat teratasi,” kata Boyke, Selasa (2/2/2021).

DLH Kabupaten Banjar melalui tangkapan kamera telah beberapa kali menangkap basah pelaku pembuang sampah tak sesuai jadwal.

“Kalau tak ingin disanksi pidana penjara atau denda, mari kita jaga bersama lingkungan. Dan, tetap patuhi protokol kesehatan,” pesannya. (ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *