PENGUMUMAN HASIL KURASI ANTOLOGI PENULIS MUDA KALSEL

  • Whatsapp

ANTOLOGI PENULIS MUDA KALIMANTAN SELATAN mulanya berasal dari status Facebook Sastra BanaranMedia yang mengusulkan pengumpulan karya-karya penulis muda. Tak disangka, status iseng itu disambut baik banyak orang, terutama penulis Kalimantan Selatan sendiri. Begitulah kemudian kami putuskan untuk melanjutkan ide itu dengan hanya bermodalkan semangat belaka.

Berikutnya, sebab kami tak mau Antologi Penulis Muda Kalsel ini hanya diisi nama-nama yang kami kenal saja, kami putuskan untuk membuka seluas-luasnya bagi sesiapa yang mau tergabung di dalamnya, tentu dengan syarat penulis merupakan warga/berdomisili di Kalsel dan usianya tak lebih dari tiga puluh tahun.

Read More

Sejak diumumkan secara resmi pada tanggal 17/11/2020 hingga deadline yang kami tentukan yaitu 25/12/2020, kami telah menerima ratusan karya dari 68 penulis. Dengan rincian: 15 penulis cerpen dan 53 penulis puisi.

Bagaimanapun kami berharap semua tulisan yang dikirimkan ke generasibarukalsel@gmail.com akan termuat dalam ruang yang sama tanpa terkecuali, kami tetap tak bisa melakukannya sebab terkendala jumlah halaman. Atas alasan itulah kami kemudian mengkurasi tulisan yang masuk. Tentu kami tidak bermaksud bahwa pilihan kami yang paling benar–sebaliknya, bisa jadi pilihan kami merupakan kesalahan yang paling besar yang pernah kami lakukan. Namun untuk mempertanggungjawabkannya, berikut kami tuliskan catatan kurasi untuk tulisan-tulisan yang kami terima:

  • Banyak penulis yang mencurahkan isi hati dan pikirannya begitu saja. Seperti kuah yang tumpah dari dalam panci. Penulis mestinya mengolah isi hati dan kepalanya dalam sebuah kalimat yang bisa dinikmati oleh semua orang. Dengan kata lain, ia harus memadupadankan gagasan yang ia miliki dengan kemampuan bahasa dan pengungkapan yang bagus–atau setidaknya bisa dipahami.
  • Banyak penulis yang masih salah menulis kata imbuhan, padahal hal tersebut merupakan dasar bagi seorang penulis. Menurut kami, Licentia Poetica tidak bisa dijadikan alasan dari ketidaktahuan dan kemalasan penulis untuk melihat ulang tulisannya.
  • Untuk puisi, sebagian penulis, kami kira, lupa melihat bagaimana nantinya bentuk puisi mereka setelah melewati tahap layout dalam halaman buku. Padahal ini merupakan masalah sepele yang punya dampak besar karena berimbas pada kenyamanan pembaca dalam menikmati puisi itu. Kiranya, setiap penyair perlu benar-benar merenungkan bagaimana bentuk visual puisinya (tipografi). Seperti misalnya, jangan terlalu panjang di satu bagian dan bagian lainnya terlalu pendek atau pun sebaliknya.
  • Dari banyak naskah yang kami terima, baik puisi atau cerpen, ditemukan keinginan dari para penulis untuk menempelkan nilai-nilai kehidupan ke dalam karya. Karya yang dijejali dengan nilai-nilai kehidupan dan kemudian dideskripsikan secara gamblang justru membuat karya tersebut jadi klise dan tidak menawarkan kebaruan.
  • Banyak pula penulis yang terlalu menonjolkan bahasa berbunga-bunga dan melupakan esensi dari bahasa itu sendiri, yang dalam hal ini erat kaitannya dengan pengolahan tema dalam karya sastra. Banyak naskah yang kami terima menunjukkan kecenderungan itu. Para penulis tersebut masih memiliki keyakinan bahwa dengan “bahasa langit” mereka akan menghasilkan karya yang maksimal, tapi kenyataannya justru tidak demikian.
  • Kami melihat (terutama pada cerpen) ada beberapa karya yang ingin menonjolkan keindahan kata tapi lupa dengan keruntutan logika sehingga beberapa bagian terkesan tidak nyambung dengan bagian yang lain, padahal yang terpenting dalam cerita pendek adalah cerita itu sendiri.

 

Akhirnya, dengan pertimbangan di atas, kami memilih dan menetapkan 28 penulis yang akan tergabung dalam Antologi Penulis Muda Kalsel sebagai berikut:

  1. Abdillah Mubarak Nurin
  2. Abdul Karim
  3. Achmad Fahmi Baaqil
  4. Achmad Zulkifli Altinus
  5. Ahmad Rasyid
  6. Akbar Rizky Sholeh
  7. Arif Rahman Heriansyah
  8. Fahmi Idris
  9. Ikhlas El Qasr
  10. Lorensius
  11. Irwan Aprialdy
  12. Rahim Arza
  13. Malik Amrullah
  14. Muhammad Noor Fadillah
  15. Muhammad Rifki
  16. Muhammad Zaini
  17. Musa Bastara
  18. Nafisah
  19. Nurul Hidayah
  20. Salim Ma’ruf
  21. Sha
  22. Sri Annisa
  23. Syarif Hidayatullah
  24. Takara Belati
  25. Rahmat Akbar
  26. Rezqie M. A. Atmanegara
  27. Rizani
  28. Rizky Burmin

 

Terima kasih kepada semua penulis yang sudah mengirimkan karyanya ke Generasi Baru Kalsel, kami memohon maaf karena tidak bisa memuat semua karya yang masuk.

Selanjutnya kami berharap pengumpulan karya ini akan menjadi langkah awal untuk mengumpulkan penulis-penulis muda dalam satu wadah dan berbagi ilmu antara satu dengan yang lain. Ke depan, semoga Tuhan memberi jalan, kami akan membuat kegiatan-kegiatan lainnya–yang tentu diperuntukkan bagi penulis muda–baik penerbitan karya, diskusi karya, pelatihan menulis, pembuatan group sebagai wadah bagi sesiapa yang mau tergabung dalam komunitas kecil ini, dan hal-hal lain yang mendukung perkembangan penulis muda lainnya. Sekali lagi, terima kasih.

 

Banjabaru | 15 Januari 2020

 

Anugrah Gio Pratama

Muhammad Daffa

Rafii Syihab

 

 

Catatan tambahan:

Buku akan terbit bulan Februari 2020. Penulis-penulis yang terpilih akan kami masukkan dalam Grup WhatsApp Sekte Penulis Muda untuk informasi lebih lanjut.

Avatar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *