Perpustakaan Provinsi Kalsel Sambangi Lapas Narkotika Karang Intan

  • Whatsapp
Perpustakaan Provinsi Kalsel Sambangi Lapas Narkotika Karang Intan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Nurliani Dardie sambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kalsel. Ia menyampaikan, selama ini Dispersip Kalsel sudah menjadwalkan rutin kunjungan ke berbagai lapas.

“Ini bentuk komitmen serius kami untuk berperan aktif mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Kalsel. Selain ke sekolah-sekolah, layanan perpustakaan keliling juga rutin mendatangi lapas agar penyebaran buku merata,” ujarnya kepada banaranmedia.com, Rabu (17/6/2020).

Read More

Kedatangan Nurliani Dardie disambut hangat Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Sugito, A.Md.I.P.S.Sos.M.A di ruang kerjanya. Dalam kesempatan itu, Sugito menceritakan ada 1117 orang yang sedang menjalani pembinaan di dalam lapas.

“Ada 1117 orang dan minat baca mereka cukup tinggi. Itu bisa dilihat dari antusias mereka saat kedatangan perpustakaan keliling Provinsi Kalsel. Kami perhatikan mereka sering membaca di waktu senggang,” ungkap Sugito.

Dalam kesempatan itu pula, Nurliani Dardie berharap ada program lain yang bisa dikerjasamakan selain memfasilitasi buku-buku melalui perpustakaan keliling. Menurutnya, penting antar lembaga saling bersinergi dan tidak menunjukkan ego sektoral demi pembangunan SDM yang unggul.

Hal itu pun diamini Sugito agar antara Lapas dan perpustakaan terus dapat bersinergi ke depannya.

“Kami sangat berterimakasih karena perpustakaan Kalsel mendukung program kami di lapas,” ujarnya sembari menyampaikan bahwa pihaknya pun saat ini telah bekerjasama dengan beberapa instansi lain untuk pembinaan masyarakat di dalam lapas. Seperti pembuatan kolam ikan lele, bercocok tanam hingga produksi pembuatan jajanan donat.

Proses peminjaman buku dari Dispersip Provinsi Kalsel kali ini pun menyesuaikan protokol kesehatan, jika sebelumnya para narapidana dilayani pihak perpustakaan, kali ini pihak Lapas yang mendistribusikan sendiri.

“Sebelum covid-19 kami memasukkan mobil jadi terserah warga binaan saja memilih buku yang ingin dibaca. Untuk sekarang kami serahkan ke pihak lapas untuk didistribusikan ke warga binaan,” pungkas Nurliani Dardie. (Harie IP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *