Pilkada Kabupaten Banjar 2020; Mempertimbangkan Andin Sofyanoor dan Guru Oton

  • Whatsapp
Pilkada Kabupaten Banjar Kalsel 2020

Sebagian orang mungkin berpikir, Andin Sofyanoor dan Guru Oton hanyalah sekadar riak kecil, yang kehadirannya dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Banjar tak perlu diperhitungkan atau sekadar pelengkap belaka. Apapun itu, adalah hak masing-masing yang sesiapa saja dapat melakukan hal sama. Bukankah dalam undang-undang Dasar 1945 telah disampaikan bahwa sebagai warga negara Indonesia memiliki hak dan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat? Silakan lihat Pasal 28E ayat 3.

Dalam kesempatan ini, hak itu pula yang ingin saya gunakan untuk berpendapat tentang pasangan Andin Sofyanoor dan Muhammad Syarif Busthomi (Guru Oton) dalam perspektif berbeda yang kaitannya dengan kontestasi Pilkada Kabupaten Banjar 2020 mendatang.

Read More

Tepatkah Andin dan Guru Oton Memilih Jalur Independen?

Saya melihat, kehadiran Andin dan Guru Oton justru menjadi alternatif bagi mereka yang bosan bahkan tidak lagi memercayai oligarki partai.  Majunya Andin dan Guru Oton lewat jalur independen setidaknya menjawab satu pertanyaan, kelak jika pasangan ini terpilih menjadi kepala daerah di Kabupaten Banjar, setidaknya pasangan ini tidak terlalu dibebani kepentingan partai yang mengusung mereka sejak awal.

Andin dan Guru Oton tentunya bisa menjawab pertanyaan itu dengan tegas, keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat Kabupaten Banjar jauh lebih bisa maksimal.

Tidak ada janji-janji politik yang harus dilunasi, tidak ada kepentingan kelompok yang harus didahulukan di atas kepentingan orang banyak, terlebih hanya untuk kepentingan pribadi. Setidaknya, itu yang bisa saya maknai ketika seseorang memilih jalur independen. Ada idealisme politik yang ingin diperjuangkan!

Meski kita pun tahu, tak mudah memenangkan pertarungan politik melalui jalur independen, khususnya di Kabupaten Banjar. Fakta di lapangan membuktikan, selama ini masyarakat Kabupaten Banjar tak pernah memenangkan para calon yang maju secara independen.

Banyak alasan dan perlu tempat tersendiri untuk membahas hal tersebut. Namun satu hal yang pasti, mereka yang sebelumnya pernah memimpin Kabupaten Banjar selalu saja diusung partai politik.

Lantas apakah Andin dan Guru Oton akan bernasib sama seperti calon-calon independen sebelumnya dan akhirnya kalah?

Mempertimbangkan Konsep Banjar Bersinar

Terburu-buru menjawab itu sekarang. Lagi pula, dari banyaknya pemberitaan, dapat diketahui pasangan Andin dan Guru Oton lebih mengedepankan gagasan dalam konteks membangun Kabupaten Banjar. Berbagai macam ide brilian telah dirumuskan agar Kabupaten Banjar Kembali Bersinar (mengutip jargon yang mereka usung saat ini).

Jika melihat latar belakang pendidikan Andin, sebuah kewajaran jika Andin lebih mengedepankan intelektualitas dalam berpikir ketimbang hanya pasrah atau pura-pura bekerja tatkala daerah tempatnya lahir yang kaya akan sumber daya alam justru tak bisa menjadi pondasi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Banjar.

Kita maklum, Andin adalah sosok generasi muda dengan intelektualitas yang bukan sekadarnya, pemahamannya dalam membangun Kabupaten Banjar bukan sekadar trial and error, aji mumpung atau asal bicara, tapi sudah menjadi tujuan yang jelas untuk mewujudkannya. Itu pun jika saat ini masyarakat Kabupaten Banjar memang ingin Kabupaten Banjar Bersinar. Semua tergantung kepada masyarakat di sana!

Politik Bersih dan Janji Manis

Saya sadar, setiap orang pun bisa jika sekadar bicara. Bukankah selama ini para elite politik sudah sering mencekoki kita dengan janji ini dan itu. Artinya, bicara itu mudah! Tak usah para elite politik, bahkan saya pun teramat bisa jika sekadar berjanji untuk mendapatkan simpati. Namun benarkah Andin dan Guru Oton mau melakukan trik murahan semacam itu hanya demi terpilih menjadi kepala daerah?

Meski tak mengenal baik tentang sosok Andin dan Guru Oton, sekali waktu, pernah saya melontarkan pertanyaan ringan yang menurut saya sulit dijawab.

“Apakah Kang Andin harus menang?” selidik saya dan ternyata dijawab dengan cepat dan tegas.

“Tidak, jika itu harus menghalalkan segala cara maka tak perlu menang.”

Jujur, jawaban itu membuat saya terdiam dan tidak mengajukan banyak pertanyaan. Jawaban itu sudah cukup menjelaskan banyak hal tentang sosok Andin sebenarnya.

Di luar sana, kita sudah sering dipertontonkan aktifitas politik yang lebih banyak kotornya ketimbang yang bersih. Jawaban Andin tersebut boleh dibilang sebagian yang kecil tadi, politik bersih.

Saya pun yakin, pengalamannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjar 3 (tiga) periode sangat paham dengan pilihannya itu. Andin pasti jauh lebih memahami apa itu politik ketimbang saya! Sebab itulah saya memilih diam meski ada keinginan untuk selalu memperdebatkannya kembali.

Akhirnya saya pun menyimpulkan sendiri dan memahamkan diri sendiri atas jawabannya tadi.

Seandainya Andin dan Guru Oton memilih berpolitik kotor, maka sama saja menggadaikan Banjar Kembali Bersinar, karena Banjar Kembali Bersinar bukan hanya slogan, kredo, atau jargon yang cuma sekadar dibuat-buat, tapi itulah janji yang sebenarnya Andin dan Guru Oton. Ya! Membuat Banjar Bersinar!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments