PUISI FIRMAN WALLY: GUNUNG YANG DIBESARKAN AYAH DARI KERINGAT IBU

  • Whatsapp
PUISI FIRMAN WALLY: GUNUNG YANG DIBESARKAN AYAH DARI KERINGAT IBU
Ilustrasi | manhattanarts.com

DARI KETINGGIAN

Pohon-pohon mendaki ke puncak paling tinggi

Burung-burung terbang mengelilingi angkasa

Read More

Kepak sayapnya mengibas angin kencang

Menarilah ia dengan gembira

sebelum kambali pada buana paling ayah

 

Dari ketinggian

Mengangah bila dijejaki puncak itu dengan sepasang bola mata

ada pohon pala dan pohon cengkih peninggalan nenek moyang kita

Sesekali pohon itu sering bercinta menghasilkan sejarah

Di mana keringat dan darah mengalir di sana

Hingga pernah menjadi muara duka

Dan kini pohon-pohon itu selalu dipercaya

akan menjaga aku juga kau dari bahaya lapar dan dahaga

 

Di setiap jengkal tanahnya

Ia selalu melahirkan pohon-pohon tua

Sebegitu tinggi dan megah mencakar semesta

 

Dari ketinggian

Sesekali mata terjun pada biru laut kita

Di sana aku kau bisa meneguk kehidupan

yang nikmatnya seperti keringat ayah

bila perahunya sudah menepi pesisir pasir

pantai paling ibu

 

Dari ketinggian

Orang-orang selalu percaya

di setiap jengkal tanah ada penjaganya

yang teguh merawat kesucian

Sebelum hutan-hutan pecah ketuban

 

Ambon, 08 Juli 2020

 

GUNUNG YANG DIBESARKAN AYAH

DARI KERINGAT IBU

Alangkah hijau

gunung yang dibesarkan ayah dari keringat ibu

Di dalamnya burung-burung bersiul dengan merdu

Ranting cengkih dan pala saling bersahutan di waktu itu

 

Aku duduk di atas bebatuan

yang sedari dulu dipercaya dapat menjaga peradaban

Pohon-pohon bersamaku bersujud

Sebelum satu persatu mimpiku terwujud

 

Tahoku, 08 Juli 2020

 

MENDAKI

Sempainya di pendakian tertinggi

Kau tidaklah merasa sendiri

Dihibur oleh burung camar hinggap di damar

Berteman burung nuri siul-siul nan merdu sekali

meramaikan hutan yang sunyi tanpa penghuni

 

Cars yang menjulang tinggi

Memiliki daya tarik tersendiri

Bagaikan surga yang tersembunyi

 

Bila kau bersamaku mandaki

Maka kuajak kau memunggul buah kenari

Memanjat pohon pinang

Sampai petang memanggil pulang

 

Ambon, 09 Juli 2020

Firman Wally

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *