PUISI GIFFARI ARIEF: DI DALAM WAHANA VOYAGER

  • Whatsapp

Pucat

Semakin takut aku dibuat
oleh sempit semesta
pada hari ini.

Kaca-kaca jendela
hanya menampakkan
awan-awan murahan,

Read More

dan sewaktu kecil
kita bersuka-suka

menantang air hujan
yang begitu panas.

Badan memutih
darah-darah berpulangan.

2020

 

Jutaan Kamar Boyak

Di balik keegoisan manusia
mencoba aku melawan

dengan kaleng.

Senja semakin purba
hari ini

mulut para pendengung
sangat hapal waktu perahu melintas

sementara tangis Mars di kejauhan sana
apakah kita sambut melalui seka teknologi
yang justru meranggas-ranggas?

2020

 

Di Dalam Wahana Voyager

Tahu aku
kalau nasi itu, dulu

adalah rumah-rumah bakteri.
Jika kau sangsi, makanlah

ada ribuan jalan
ke Roma, orang kata.
Juga orang lupa, mungkin,
ada jutaan jalan
menuju Vladivostok, Harbin, tong sampah, atau
kamar-kamar mandi tetanggaku

dan kau mengekal
perjalanan jadi sesempit padi penunduk.

Ada gerak yang tidak-tidak
tertangkap setelah biduk-biduk kedaluwarsa

antara samudera biru dan samudera hitam
benua-benua ranum dan gugus komet-komet berdentum
planet-planet bebas tenung, sembur debu matahari
yang tak senang merenung

bergulung-gulung keramaian
—bukan sepi
tuntun dirimu
cari jalur pulang

bukankah setiap yang menitik tak selalu kecil
dan pergi, barangkali tak terhitung.

2020

 

Ayam Goreng Kosmik

Perut akan kenyang jika nasi diambil sendiri,
lalu ayam, gelas, piring, sendok, garpu, teko air—
dan suruh langsung
pelayan mengantarnya ke pedalaman awan oort!

Yang jaraknya serupa perkampungan Jovian,
memadat jutaan gulung.
Yang kerumunnya serupa angin surya,
sang penafsir ulung.

Berhenti, jangan dahulu kau catat
bahan masakan dalam biografi terrestial
tak berjuntrungan ini.

Perhatikanlah handai pandai
yang sedang duduk
dan mengutip awan-awan
di langit biru lekang.

Laut tak lagi sama
dalam keluasan
alam semesta yang matematis.

2020

 

Salam Voyager

Selamat siang untuk penduduk
yang dekat dengan Matahari dan akan mengumpat
saat Matahari muak dan melemparkan Bumi jauh ke ujung

Jarak yang jauh, umpat, umpat, mengumpat
sungguh aku tercengang bahwa tak ada rasa
kasihan akan muncul.

Kalian akan pergi, pindah jauh-jauh
sedang aku tetap setia untuk
memastikan kemanusiaan tidak kering.

2019

 

Belajar Pulang

Kalian tidak pernah pulang
sebelum pergi.

Begitu asyikkah
pergi sebelum pulang
hingga saat mata melihat
lima orang berbaris

mulut menolak
kehadiran orang keenam menyelip.

Barangkali aku tak punya mata
dan terasa betul usaha
untuk membuat dekat Voyager.

Giffari Arief
Latest posts by Giffari Arief (see all)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *