PUISI MOHAMMAD LATIF: AGITASI SEBUAH SENYUM

  • Whatsapp
PUISI MOHAMMAD LATIF: AGITASI SEBUAH SENYUM
Ilustrasi | pinterest

AGITASI SEBUAH SENYUM

Pada hutan dadaku

Senyummu membangunkan bunga-bunga yang telah layu

Read More

Membiarkan kenang berseteru

Serupa amuk yang memukul-mukul jiwa

Serupa rindu yang menguasai aku dalam hening

Serupa senyummu yang membangunkan aku dari mimpi buruk

 

Pamekasan 2020

 

 

NGATAN

Harum tanah, nyanyian daun nyiur berkelindan

Memanggil ingatan di jalan-jalan tanah rantau

 

Kenang melesat pada rimbun pohon-pohon

Tempat air mata gugur bersama nyanyian pagi burung-burung

 

“dimanapun kaki berpijak aku masihlah anak seorang petani

yang merawat mimpi lewat puisi

 

sebagai anak seorang petani

aku belajar menanam kata-kata dan cinta

pada tanah yang terhampar luas dalam kepala

 

dan kepada ibu rindu terus menggebu

tempat do’a-do’a subur kepadaku

 

pamekasan 2020

 

 

PERTEMUAN

Musim itu mencair dalam kepala

Lupa juga aku merekam bekas bibirmu di salah satucangkir itu

Kau dingin

Perjamuan masih belum usai

Kau tersenyum padaku

Kepalaku dingin berkeringat

Melepas dahaga rindu dan air mata

 

Aku lupa esok hari

Tanggal hanya angka-angka yang kosong

Agustus jua sudah berlalu

Meninggalkan aku pada engkau yang terus membayang pada mataku

 

Pamekasan 2020

 

 

NYANYIAN PESISIR

Ombak-ombak itu membawa namamu jauh

Semakin jauh dari segala perjumpaan

Melampaui batas-batas harapku padamu

 

Sesekali kau mengintip dari balik pasir

Melihatku yang semakin terpuruk

Lalu kau tersenyum seakan tak ada apa diantara kita

 

Sudah sejauh ini kau masih belum beranjak dari kepalaku

Mengitari setiap rongganya

Memberi lamunan dari segala lamunan paling perih

 

Senja hanya semakin mempererat tali kenangan

Hingga aku semakin jauh dari segala penglupaan

;padamu

 

Ombak-ombak itu menyanyikan segala duka

Dengan debur tanpa nada dan irama

 

Keluh-kesah dideru pasir-pasir

engkau masih saja mendiami kepalaku

Menyajikan makanan baru untuk kesakitan

 

Pamekasan 30 agustus 2020

 

 

ANDAI

:Fianolita

 

Andai…

Tubuhku yang kemarau memiliki kamu

Hujan akan mengguyur membasahi segala rindu

Mengairi kerontang dalam dada

 

Senyummu mekar dalam kepala

Menguasai segala do’a pada hening malam-malamku yang gigil

 

Kekasih hari ini kau segalanya

Bagi hari-hariku yang terus menunggu

Akan penyerahan segala ketulusan

;darimu

 

Pamekasan 2020

 

 

DERAI-DERAI RINDU

Kita selalu mencurigai celah jendela dan ketuk pintu

Saat bibir sedang bertukar cinta

Berpagutan pada ruang-ruang nafas yang dingin

 

Derai-derai hujan berputar di atas kepala

Menyemai dingin

Menggagalkan segala cemas atas dirimu

 

Pamekasan 2020

Mohammad Latif
Latest posts by Mohammad Latif (see all)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *