PUISI-PUISI ARSYAD INDRADI: DI KOTA TUA MEMBACA DIRI

  • Whatsapp
PUISI-PUISI ARSYAD INDRADI: DI KOTA TUA MEMBACA DIRI
ilustrasi | rafii syihab

Di Kota Tua Membaca Diri

selembar daun

luruh dari tangkainya

Read More

ke ujung senja

 

di suatu senja

angin meluruhkan selembar daun

luruh ke sungai

ketika alir menghanyutkan daun itu jauh sampai ke muara

zikirnya masih terdengar

 

suatu senja

daun jatuh ke batu

menyebut tuhan

 

di senja kali ini

selembar daun jatuh melayang layang

jatuh menimpa batu

tak sempat mengeluh atau jeritan

hanya menyebut nama tuhan

 

di kota tua

rerimbun pohon persik

bayangan senja

 

tafakur membaca alam membaca diri yang fana

eksplorasi perjalanan hidup dan kehidupan ini mesti punya arti

pada sebuah rumah abadi

 

Banjarbaru, 2020

 

 

Musafir Usia

membaca alam

di dalam keheningan

lengsernya senja

 

Fana

Alir nadi setiap tapak melangkah

serupa gemercik air guntung yang mengalir di bebatuan pada sebuah hutan

yang tinggal serumpun halaban

Dan nafas

serupa angin di padang ilalang

 

semua fana

apa yang dibanggakan

ruang yang gelap

 

Malam memberi jendela kaca yang menjadi cermin setiap pagi tiba

cermin dari perjalanan usia yang semakin renta

Mana kala merenung langit

Bulan yang jatuh di ujung ranting

Sungguh membangun rumah masa depan memerlukan keyakinan yang teguh

 

malam tafakur

tenggelam di sajadah

menyusur kiblat

 

Menyusur cahayamu setiap melafal takbir

pada ayat ayat yang menghampar menuju rumahmu

menghampar di puncak menara hati

Dan suatu malam :

 

musafir itu

menutup kamar hening

di batas malam

 

Banjarbaru, 2020

Arsyad Indradi
Latest posts by Arsyad Indradi (see all)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *