PUISI-PUISI SHA; MUSIM KEGELISAHAN

  • Whatsapp
PUISI-PUISI SHA; MUSIM KEGELISAHAN

MENCUKUR RAMBUT AYAH

 

Read More

Jumat menjelang siang

Gerimis menyembul di sela-sela rambut ayah yang agak gondrong

Seminggu yang lalu ia tidak datang, minggu lampaunya lagi ia lupa menyisir rambut ayahnya, sepanjang jalan pemakaman rumput berdesis “dasar anak nakal”, bebatuan saling berbisik sambil sesekali melirik kacamatanya yang beruap, entah karena menahan debit air di kantong matanya atau karena masker baru yang mencekik kedua pipinya.

Tiga puluh menit berlalu, ia telah memangkas kumis, jenggot, dan rambut ayahnya. Ada lenguh melati dan kenanga di keheningan.

Ia melempar senyum di kaki nisan “sekarang¬† ayah jauh lebih tampan dan rapi.”

 

2020

 

 

 

MUSIM KEGELISAHAN

Suara bising knalpot dari motor kece sampai yang butut adalah keniscayaan setiap pagi

Kepul asap rokok di sela-sela meja catur adalah santapan wajib para pengangguran dan pensiunan kantoran

Nongki bareng sama pacar atau gebetan adalah hal yang tak lupa dilaksanakan kala sore hingga larut malam

Kini, di musim kegelisahan, kota-kota itu telah mati suri

Setiap pagi ia hanya terlihat sedang meratapi dan menziarahi tubuhnya yang bisu

Surau-surau terdengar sepi hanya ada pelita yang kian redup dalam lima waktu

Pemuja-pemuja kasur akan selalu sibuk dengan telepon pintarnya

Para pekerja jalanan semakin linglung mau diapakan panci yang kosong

Tenang

Jaga sikap dan jiwa raga

Evaluasi dan berbenah diri

Selesaikan wirid dan berdoa

 

2020

Sha

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *