PUISI REZQIE M. A. ATMANEGARA: SERULING PADANG SARVAGUS

  • Whatsapp
PUISI REZQIE M. A. ATMANEGARA; SERULING PADANG SARVAGUS
Nadia Minic | www.art-aquarelle.lu

ALUMINASI SEBUAH JARJARIUO

dalam sebuah gelas kosong, menguap

ludah udara yang mengendapkan jarjariou

Read More

aroma mawar pakistour yang menyengat

membakar halaman wajahmu

janganlah bergumam, ucapmu dalam aluminasi

meraba-raba garis lengkungan yang berjuta kali

lebih banyak dari untaian rambutmu yang tumbuh

saling menyekap dan mengikat dalam pikiranmu

 

setelah sadar kau buka buku-buku kimia

kau lebur rumus-rumus fisika dan menembus filsafat

kau hanya menemukan kekosongan yang berkuadrat

abjad yang berkali lipat memenuhi sekeliling otakmu

 

kaupun memuntahkan dimensi jarjariou

 

2020

KALUQUI QUITATOI RUISQUR

kaluqui dalam mulutmu

taklagi terasah dengan baik

hingga kau sebut aku sebagai jursuis

padahal kita adalah bayang-bayang halayang

 

camahpa-camahpa menyalakan sunyi

 

dan ruisqur yang memanjang di kepalamu

taklain candu malam yang berawal

dan berakhir di pembaringan kita

sebelum kauberanjak dari diriku

 

sunyi berderet di kuirtuoqous

 

2020

 

 

SERULING PADANG SARVAGUS

mata elang yang mengintai

selaju gelincang ular di padang santarviu

gumam-gumam angin menepuk pundak sabana

 

di sinilah seruling dari padang sarvagus

berbunyi nyaring melengking ke penjuru sartuqus

o, balia-balia di suku-suku menarilah, menarilah

langgatkan serjanjien ke tiang-tiang lazuardi

sampai tunduk berbala-berbala itu

 

seruling merunta dalam nyanyi susuilaika

terbentang di jazirah pasir gersang

buburusais bersarang di jurang

 

2020

 

AIR MATA AIRUOS

masih kaudengar kah tetesan air mata airuos

yang jatuh terbakar di selasar peribadatan itu

lonceng pagi berhambur bersama kepak burung

 

atau: suara lengking kuda yang berlarian dari kitab suci

dan seruan gajah-gajah padang pasir tertunduk di jubah sufi

debu-debu mengaji sebelum risalah terbaca di lembar selanjutnya

 

sungai Nil yang memanjang di dada Mesir, matahari mengapung

mekarlah pender-pendar cahaya rekah atas tangis air mata airous

 

2020

 

MEMBACA RAJAH JASAD ZALIQIU

udara dari tenggara

membawa aroma mayat

dari lorong di seberang kota

bersama jalan yang sunyi

 

di antagiur, kurasakan

bulu-bulu di sekujur tubuh

saling berpelukan erat

dan menganyam zikir

membuhul doa

di padang sepi

 

laluicour berdentang

waktu merayap seketika

ke tiang-tiang gantungan

telah beratus nyawa membekas

di tali tambang yang tergantung itu

 

mulutku kelu, bisu seketika

nyanyian dari kengerian berbisik

sauraniwqui membangkitkanku

dari tidur panjang di hari gelap

 

kutemukan di tepi kali

jasad mengapung tenang

kenangan berteriak memecah

memohon ampunan zaliqiu

 

2020

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *