PUISI REZQIE M. A. ATMANEGARA: SURGA AIRIESUI

PUISI REZQIE M. A. ATMANEGARA: SURGA AIRIESUI
Ilustrasi | pariscollagecollective

ARIOULIU JANIN API

kauharamkan segala rindu memuncah

dari lidahmu yang landai ke laut dan teluk

Read More

di telaga ariufusius tubuh leluhurmu terkujur

menyembah tanah Fatakana yang mujur

 

telah tertulak segala bala di kota Suilioufi

yang melahirkan gonggongan tiap lorong malam

melahirkan janin-janin api dari rahim lacur

untuk diangkat ke hadapan Airufa yang lasak

 

di gerbang kota, sepasang gagak tua bertengger

menerka bulan dengan wajah kemarau

menadah prakiraan nasib di dadamu

yang penuh kerumunan bangkai rindu

 

2020

 

 

ARISTUSKUS DI PENDAR LILIN

sejak langkah pertama di ruang peribadatan itu

kelopak katsuba memerah nyarak ke langit kubah

laksana ufuk senja yang jatuh di mata kita berdua

ada kuntum-kuntum sarfukus terberai

dari kerongkongan aouturkur

 

nada-nada piano menjerat irama calio

kitab-kitab terbuka di mulut jemaat

angin mengabarkan dewa akan turun

dari tangga eurusisfus ke alatar tutuanus

kitakah yang khauf menyambutnya

tanpa doa dan dosa?

 

kulihat di matamu dua pendar lilin menyatu

aristuskus menjelma sekelopak rindu yang biru

bagai laut gusgula dan teluk aliaristikus yang mengalir

mengalir ke dalam jantung-jantung adijahanam

 

2020

 

 

SURGA AIRIESUI

Tuhan tanamkan surga di hati kita yang airiesui

diletakkan tumbuhan dan binatang tanpa tulang belakang

merayap di tubuh bumi yang kasar, bagi manusia

 

tapi tuan genggam seluruh ajinariustus

untuk kesenangan belaka dan pengakuan di bukit arustus

semua adalah milik tuan, dan terjerumuslah ke lembah hitamalaya

bagi orang-orang yang menyekutukan diri dengan nafsu

 

2020

 

 

ALIULICO KELOPAK SERIBU JEPUN

mekarlah ia semerah darah caprituor

melabuh janji di samping pusaranya

perjanjian roh dan raga telah lerai

saatnya perjalanan menapaki

aliustus tangga nirwana

di kemukus dupa terakhir

berguguran bunga jepun

 

2020

 

 

ALIUNSUSQUERTOU HUJAN

di sebelah mana dari bangkai hari

kau peranakkan rindu yang piatu

di dalam almari kayu jati dikulum lapuk

kau simpan tiga ribu sebelas biji hujan

dan aku terkulai ketika mataku jadi genangan

kenangan yang membanjiri kedua pipi merah kita

 

2020

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *