PUISI RM MAULANA KHOERUN: MENANAM BENIH RINDU

  • Whatsapp
PUISI RM MAULANA KHOERUN: MENANAM BENIH RINDU
Instagram | martinafrancone_

DARI KALIMANTAN

Dari kalimantan surat rindu kukirimkan

lewat angin malam yang beku

Read More

Menggigil di atas batu-batu

Hutan belantara rimbun dedaun

Jadi teman diskusi langkah

resah nan gelisah.

 

Rumah-rumah, gubuk-gubuk, tambang batubara

merintih bersamaku, memohon pemberhentian

vandsalisme yang terjadi di bumi dan di hati.

 

Cuaca agak gerah di sini, sayang

Apakah alam tengah marah?

Karena apa? Akukah?!

Merindukanmu adalah satu-satunya

Kegiatan ilegal yang kulakukan disini

Setara perusakan wajah tanah kalimantan.

 

Pemalang, 2020

 

 

MENANAM BENIH RINDU

/1/

telah kusemai benih-benih rindu

di ladang hatimu yang pilu

di tengah luka yang menganga

ia tumbuh subur dan berbunga

 

mungkin itu jawaban dari setiap pertanyaan

yang lama kau simpan pada lumbung kesedihan

dan sepasang air mata yang menggantung di pelataran

adalah ayat-ayat Tuhan yang termaktub pada kitab kenangan

 

/2/

Suatu hari kau akan lihat; puisi terbang-melayang

di ruang hati ia bersanding dengan nada-nada gitar

dan menjadi suara paling syahdu yang pernah kau dengar

 

dan kicau bayang-bayang di epidermis

kasau-kasau kamar, menjelma musim kemarau

menghantar resah pada keraguan, di mana kepastian

hanya menjadi separuh tubuh rembulan.

 

/3/

Jika suatu pagi,

ketika malam dimakan cahaya mentari

luka di dadamu masih tak kunjung sepi

kau harus ingat; aku ada di sudut paling utara

hutan sunyi di sebuah senyum yang terlupa

 

dan burung-burung yang menyanyikan hujan

di altar pipimu, adalah sebagian dari rencana

yang dikedipkan oleh fajar dan senja.

 

tikamlah aku, kasihku!

tikamlah aku dengan sebatang pohon

dari benih rindu yang kutanam dahulu.

 

Pulosari, 2020

 

 

KURSI DAN MEJA

Kursi dan meja siap menerima bau tubuhmu

Mereka kosong tanpa mau disinggahi siapapun

Walau desakan jarum rindu terus menderu

Mereka kokoh pada pendirian diliputi debu

 

Cepatlah kemari, sayang.

biarpun malam meminang sepi

jam dinding berdetak sunyi

jika yang sampai ke pangkuanku

bukan tubuhmu,

aku akan tetap setia menunggu.

 

Pulosari, 2020

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *