PUISI SAIFUL BAHRI: CGAEFCAG

  • Whatsapp
PUISI SAIFUL BAHRI: CGAEFCAG
Ilustrasi | pinterest

RATU

pikirmu, seksi merias puisi.

kaubisa membangun kota.

Read More

tapi kau tak bisa pandai

mengurus ulah rakyat desa

yang suka kencing di jakarta.

 

2018

 

 

BERAHI

aku ingin jadi hujan. kau ingin jadi mendung:

keduanya simpang-siur menunaikan zikir puisi

 

bagaimana kalau kita ikut apa kata hujan:

gerimis berduaan, mandi pelaminan

 

2018

 

 

CGAEFCAG

lagu-lagu mengusikku. bising lorong meratap. lampu-lampu terang. mata malam putih. katanya butuh kopi yang berdiri. biola-biola meyampaikan apakah tanah harus resah. apakah dinding mesti bajing. atau kabel mesti tua. berjingkat puisi bayang. ia ceritakan rayuan malam. suara jangkrik nanar. matanya menunjuk pisau. judul puisi mati suri. tidur sebatas hujatan yang tak mungkun aku buang. sulur-sulur liar sukur. Tuhan, di mana aku. tanyaku pada batu. batu-batu kurang ajar. bisa-bisanya ia bangun habis makan puisi setan. daun-daun terdiam. rumput kelaparan. sore tadi dimakan sapi-sapi kerapan. semuanya berantakan. ada kecuali di bilik hati: kamu. pembawa puisi bayang syahdu. kusebut namamu sebagai musisi bibir puisi. gitarku, diam di matamu.

 

2018

 

 

HAK

warna sepi menjangkiti rumah api. kau boleh

gila. kau boleh katakan cinta: gila cinta kepadaku

 

di sini aku mesti menyampaikan pikiran malam

tentang wajah-wajah bunga yang terkubur di benak

mata-mata alam sekaligus pengrajin dawuh harapan

 

banyang sepi menjangkiti rumah api. kau boleh

tergila-gila. kau boleh cinta: gila cinta kepadaku

 

2018

 

DI PERPUSTAKAAN

di perpustakaan ada awan. panjang setajam pandangan. mata-mata menceritakan aku dan doa. buku cerita usai kubaca. di dalam ada bayang. aku duduk di kantor bayang. aku duduk di pojok kata. buku di paha kanan mengajak temu. kertas pengumuman berantakan. bendera merah putih di lemari melambaikan tali gairah. kardus air mineral diam. kursi merah-biru rebah di pangluan tikar Madura. buku-buku memintaku tuk menculik perempuan waktu. buku tabungan berantakan. anak-anak bernyanyi kemesraan. jendela bambu menyusun kata gundah kelana. diksi lampu mati. kemucing menyampaikam hari yang berdebu. sapu lantai tegak berdiri. plastik hitam putih temaram dari subuh ke ubun pagi. kipas angin merampas tajam mata rahasia. aku, masih duduk di jarum limabelas menit harapan lantai. pikirku tegak. setegak sajak bisa bertemu dengan perempuan ranum senyuman.

 

2018

Saiful Bahri
Latest posts by Saiful Bahri (see all)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *