PUISI SHA: PENIKMAT SASTRA

  • Whatsapp
PUISI SHA: PENIKMAT SASTRA
Ilustrasi | manolo.oyonarte

PENIKMAT SASTRA

Di penjuru matanya yang jelaga. Jejak-jejak bintang tidak terlihat lagi. Angin berhembus menyanyikan irama penghujung Juli

Meski malam ini langit tampak bersih. Namun pada akhirnya kaki langit merayunya dengan rintik-rintik rindu yang diperam sedari tadi

Read More

Hingga membuncah menjadi bulir-bulir bening di keheningan malam. di beranda rumah, ia masih dalam imaji. Beruntungnya, langit tidak memarahinya dengan sambaran geledek, hanya ada lembayung bayu yang sesekali bercanda dengan nyamuk-nyamuk nakal

Di timur, terdengar sang fajar menata subuh. Di antara halaman terlipat ada bibit-bibit larik dan berbagai manuskrip lainnya yang selalu ia siram hingga merimbun dan meranum

 

Barabai, 23 Agustus 2019

 

 

SATU SAJAK LAGI UNTUK SENJA

Satu sajak lagi untuk senja

Sebelum jingga yang perlahan sirna disapu awan hitam, di antara kecipak mata air anak-anak rimba berlarian ke tepian. Bersuka cita menyambut lembayung senja yang meranum di bibir langit

Tak akan ada lagi yang ingin dibicarakan lembayung senja. Karena ia hanyalah sesaat keindahan yang sementara kemudian fana

Sebelum anak-anak rimba menjala mimpi

Ayah dan Ibu berkata; Lihatlah di jelaga langit, bintang-bintang mulai berserakan ingin segera menafsir rindu

Anak-anak rimba pun perlahan terlelap dalam pelukan purnama

 

Barabai 19 Februari 2020

Sha

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *