Review Film: Lovely Man, Ayahku Ternyata Waria

  • Whatsapp
Review Film: Lovely Man, Ayahku Ternyata Waria
Review Film: Lovely Man, Ayahku Ternyata Waria | beritasatu.com

ISU transgender hingga saat ini masih saja terdengar hangat dan ramai dibahas. Mengangkat isu ini bisa melalui beberapa cara, misalnya melalui media Film.

Ya, di dunia perfilman indonesia, kalian dapat menemukannya dalam film karya sutradara Teddy Soeriatmaja yang berjudul “ Lovely Man” yang rilis pada tahun 2011 silam.

Read More

Kini di tahun 2020 di layanan streaming Netflix, kalian bisa menonton kembali film karya sang sineas kawakan ini. Lovely Man” yang dibintangi aktor utama, Donny Damara dan Raihaanun, ini mengisahkan pertemuan seorang anak dan sang bapak yang adalah seorang transgender dan bekerja sebagai pekerja seks komersial.

Cahaya yang diperankan oleh Raihaanun adalah seorang gadis yang ditinggalkan sang ayah semenjak kecil. Ketika lulus SMA, ia berkeinginan untuk bertemu sosok ayah yang hanya ia ketahui nama serta alamat rumahnya di Jakarta.

Dengan berbekal kenekatan dan dorongan untuk menjalin hubungan ayah dan anak seperti teman-teman sebayanya, Cahaya merantau ke Jakarta dengan harapan bisa bertemu sang ayah

Setibanya di Jakarta, faktanya justru mengejutkan Cahaya, Ia yang dipertemukan dengan Saiful (Ipuy) sang ayah tercinta, yang ternyata adalah seorang transgender, waria yang hidup di malam hari dengan menjajakan jasanya kepara lelaki.

Akting dari Donny Damara terbilang luar biasa menjiwai sebagai seorang transgender, sesosok ayah, sekaligus seseorang yang mencari sesuap nasi dan berusaha mewujudkan mimpi di tengah kejamnya ibukota. Tak ayal mengantarkannya meraih penghargaan Aktor Terbaik di Festival Film Asia ke-6 pada tahun 2012.

Film Lovely Man karya  Teddy Soeriatmadja ini ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Busan pada tahun 2011 dan menerima pujian pada segmen A Window on Asian Cinema.

Film “Lovely Man” selain menyajikan relasi unik hubungan antara orang tua dan anak, juga secara tersirat memberikan pesan, bahwa rupa dan wujud manusia tidak selalu berbanding lurus dengan akhlak dan tindakannya. Penilaian dangkal bahwa seseorang yang hina akan melakukan tindakan hina, dan seseorang yang suci akan selalu bertindak suci dirombak total dalam pembangunan karakter tokoh-tokoh dalam “Lovely Man”.

Terlepas dari pro dan kontra saat film ini pertama kali di tayangkan, Karya sineas tanah air ini sangat layak untuk di acungi jempol.

Jika Kalian penasaran dengan film ini, segera tonton dilayanan Netflix. Karena film ini telah ditayangkan di layanan Netflix sejak 17 september 2020.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *