Rumah Lanting, Mengapung dari Masa ke Masa

  • Whatsapp
Rumah Lanting, Mengapung dari Masa ke Masa
Foto: Donny Muslim/banjarhits.id

SEJAK dulu, Kalimantan Selatan dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Alasannya tentu saja karena banyaknya jumlah sungai yang mengalir dan menjadi denyut nadi masyarakat setempat di masa lalu.

Atas alasan historis itu pulalah, sampai hari ini banyak ditemukan sisa-sisa peninggalan masa lalu kita yang berkaitan erat dengan sungai, seperti pemukiman, pasar terapung, atau bahkan alat tranportasi.

Read More

Salah satu peninggalan masa lalu yang berkaitan erat dengan sungai adalah Rumah Lanting.

Diketahui, Rumah lanting merupakan satu-satunya tipe rumah adat yang mengapung di atas air.

Ciri-ciri arsitekturnya, Rumah Lanting; berbentuk segi empat panjang, kontruksi atap berbentuk pelana; pondasi berupa pelampung batang kayu besar dan gelagar ulin sebagai penyokong lantai papan; ruang dalam terbagi menjadi dua, yaitu ruang keluarga dan kamar tidur; dapur gantung yang berada di bagian belakang; ada titian yang menghubungkan lanting dan daratan.

Ada banyak catatan masa silam yang menulis tentang rumah lanting ini, salah satunya Zang Xie dalam tulisannya Dong Xi Yang Kao pada tahun 1618 yang menyebutkan keberadaannya.

Demkian juga pedagang Inggris, Johanner Willi of Gais ketika kali pertama mengunjungi Banjarmasin pada tahun 1730-an. Ia mengaku melihat sekitar 300 buah rumah di kota Tatas (Banjarmasin)  yang dihubungkan dengan titian dan mempunyai bentuk mirip antara satu rumah dengan rumah yang lain.

Kini, meski sudah berkurang drastis sejak awal tahun 2000-an, beberapa rumah yang sejak tahun 2019 ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda tersebut bisa dilihat di  daerah Kelurahan Pasar Lama dan Kampung Sasirangan Seberang Masjid.

Museum Lambung Mangkurat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *