Sejarah Singkat Museum Lambung Mangkurat dan Koleksinya

  • Whatsapp
Sejarah Singkat Museum Lambung Mangkurat dan Koleksinya
Museum Lambung Mangkurat | Visitkalsel.com

MUESUM Lambung Mangkurat mulanya bernama Museum Negeri Provkalsel Lambung Mangkurat. Museum yang dibangun secara bertahap sejak tahun 1974 ini pertama kali diresmikan pada tanggal 10 Januari 1979 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia masa itu, Dr. Daoed Yoesoef.

Museum yang terletak di Jalan A Yani KM 36, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru ini memiliki luas bangunan kurang lebih sekitar lima hektare, dengan bangunan utama yang berbentuk Rumah Bubungan Tinggi–rumah khas Banjar.

Read More

Sejarah Singkat Museum Lambung Mangkurat

Sebelum Museum Lambung Mangkurat, sebenarnya museum di Kalsel sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. Museum pertama di Kalimantan Selatan bernama Museum Borneo, dibangun pada tahun 1907 di Banjarmasin. Sayangnya, museum pertama ini tidak bertahan cukup lama, sebab pada hari-hari terakhir kekuasan Jepang pada tahun 1945, koleksi-koleksi di museum ini direbutkan oleh para penguasa saat itu.

Setelah itu, pada tahun 1955, tepatnya pada tanggal 22 Desember, lahirlah museum kedua di Kalimantan Selatan yang bernama Museum Kalimantan. Museum ini menempati sebagian Gedung Permupakatan Indonesia (GPI), sekarang di lokasi berdirinya bangunan River City Hotel di jalan R.E.Martadinata Banjarmasin. Namun, sekali lagi, museum ini tidak berumur panjang sebab musibah kebakaran yang menimpa bangunan dan koleksinya.

Museum selanjutnya dinamai Museum Banjar yang dibangun pada tahun 1967 di rumah sewa milik Bapak Abdul Gafar Hanafiah Jalan May. Jend. Haryono M.T. No. 1 Banjarmasin. Kemudian pada tahun 1968 Museum Banjar ini dipindahkan ke Gedung Balai Wartawan Jalan jendral Sudirman Banjarmasin, tidak berapa lama dipindahkan lagi ke Jalan Akhmad Yani km. 5,5 Banjarmasin. Museum ini juga berakhir, karena Museum Banjar beserta koleksinya diintegrasikan ke dalam Museum Lambung Mangkurat Jalan Jend. A. Yani km 35,5 Banjarbaru yang kita kenal sekarang.

Koleksi Museum Lambung Mangkurat

Jenis koleksi yang terdaat pada Museum Lambung Mangkurat ini berupa etnografika, historika, geologika/geografika, heraldika, biologika, arkeologika, numansimatika, keramalogika, Filologika, tekhnologika dan berbagai koleksi seni rupa yang jika dihitung secara keseluruhan berjumlah lebih dari 12.000 koleksi.

Ruang Pra Sejarah

Pada ruangan pra sejarah dapat dilihat jejak manusia purba yang ditemukan di desa Awang Bangkal Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar yang bisa dikatakan sebagai peninggalan zaman praaksara. Selain itu ada pula koleksi dari Candi Laras dan Candi Agung yang menjadi bagian sejarah dari candi peninggalan agama Hindu, yakni berupa patung-patung arca dari zaman kerajaan Hindu-Budha.

Ruang Sejarah

di ruangan ini berisi koleksi dari zaman Kerajaan Banjar setelah menganut ajaran agama Islam yang menjadi bagian dari sejarah kerajaan Islam di Indonesia.

Barang koleksi dari ruangan ini banyak didapat dari Kerajaan Banjar dan  peninggalan dari masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Beberapa benda dari koleksi ini juga ada yang replika karena yang aslinya ada di Museum Nasional Jakarta. Contohnya seperti meriam bekas peninggalan masa pemerintahan Belanda dan peninggalan senjata yang menjadi bukti sejarah Perang Banjar pada pertempuran di Benteng Belanda Oranje Nassau di Pengaron dan Kursi Kerajaan Banjar.

Ruang etnis Budaya

Ruangan etnis budaya ini berisi koleksi dari benda pusaka yang berkaitan dengan etnis dan suku budaya seperti alat-alat kesenian hingga diorama pelaminan, pakaian-pakaian adat pernikahan suku banjar, kerajinan tangan, penginangan, payung kerajaan , talabang (perisai), mahkota, tombak, miniatur rumah adat hingga miniatur sampan.

 

Selain itu, ada juga ruang Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari–ulama mashur Kalimantan Selatan di masa lalu. Ruang keramik, ruang kain Nusantara dan ruang pameran Lukisan Sholihin.

Museum Lambung Mangkurat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *