Seram! Pembunuh Dihantui Korban, Didatangi Kuntilanak Sampai Gantung Diri

  • Whatsapp
Seram! Pembunuh Dihantui Korban, Didatangi Kuntilanak Sampai Gantung Diri

Pembunuhan sadis kadang menyisakan trauma yang dalam pada pelaku. Bukan hanya sebatas mimpi buruk. Beberapa pelaku kadang jadi stres dan menyerahkan diri ke pihak berwajib, bahkan ada juga loh pelaku pembunuhan yang sampai bunuh diri karena korban yang ia bunuh menghantuinya terus menerus.

Teranyar, pelaku yang mengaku tak bisa tidur karena dihantui korban adalah Rendy Agus Wardana (35), pemuda asal Martapura yang nekat menghabisi nyawa H (20) warga Komplek Perumahan Intan Sari, Desa Indrasari, Martapura, Kalimantan Selatan. Korban dihabisi nyawanya karena menangkap basah pelaku yang saat itu hendak mencuri motor di kediaman korban, Minggu (7/6/20).

Read More

Rendy yang menggorok leher korban dengan sadis sampai membuatnya hampir putus itu bersembunyi di Samarinda, Kalimantan Timur. Kepada polisi, ia mengakui tidak bisa tidur selepas pembunuhan tersebut.

Rendy akhirnya ditangkap di Samarinda untuk kemudian dibawa ke Polres Banjar untuk dilakukan pemeriksaan, ucap Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Rizky Fernandez, Rabu (10/06/2020).

Selain kasus yang terjadi pada Rendy, ternyata ada banyak lagi loh kasus pembunuhan di mana pelaku merasa dihantui oleh korban. Berikut ini kami rangkumkan lima kejadian pelaku yang dihantui arwah korban;

 

Dihantui Arwah Korban, Pembunuh Gantung Diri

Supendi (46), pelaku pembunuhan wanita di dalam tandon air nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di tahanan Mapolsek Pedurungan, Kota Semarang. Diduga Supendi mengakhiri hidupnya karena dihantui arwah korban bernama Wahyu Puji Hartini (34).

Menurut Rois, rekan satu sel Supendi mengatakan warga Sawojajar, Wonosari, Brebes, Jawa Tengah itu mengigau meminta tolong.

“Bahkan, pernah saking takutnya Supendi seperti ngelindur memanggil-manggil nama anaknya meminta tolong,” ujar Rois di Mapolsek Pedurungan, Senin (31/3).

Sementara itu, Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman menuturkan Supendi sering melamun dan mondar-mandir di dalam sel menurut hasil pengamatan CCTV di sel tahanan Mapolsek Pedurungan.

“Terakhir sekitar pukul 02.30 WIB, Supendi sebelum gantung diri juga melamun dan mondar-mandir seperti tidak bisa tidur,” jelas Sukarman.

 

Menyerahkan Diri ke Polisi Gara-gara Dikuntit Arwah Manajer Cantik

Wawan (pelaku) mengaku tak bisa tidur nyenyak setelah menghabisi Sisca Yofie. Dalam pelariannya usai membunuh manajer cantik bersama Ade, Wawan mengaku selalu dibayangi arwah Sisca.

“Pengakuan Wawan sendiri bahwa memang selama ini selalu dibayang-bayangi oleh almarhum Sisca,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/8).

Pengakuan mirip juga dituturkan Ade. Kepada wartawan, dia mengaku tidak tenang setelah pembunuhan itu. Dia didera ketakutan karena bayang-bayang Sisca terus menguntitnya. Mereka menjadi tidak enak makan. Bahkan ketika hendak tidur, Ade seperti melihat Sisca.

“Saya merasa diikuti arwahnya terus,” ujarnya.

Ade kemudian menceritakan pengalamannya itu kepada kakek dan istrinya di rumah. Kakeknya yang bernama Ahri lantas memarahi Ade. Begitu juga dengan istrinya. Kedua anggota keluarganya itu meminta Ade menyerahkan diri ke polisi.

Pengalaman Ade dikuntit bayang-bayang Sisca sebelumnya juga dituturkan Kakeknya, Ahri (65). “Setelah kejadian itu, cucu saya (A) tiga hari gak makan. Seperti orang linglung (bingung). Ia mondar-mandir gak jelas, makan pun tidak,” terangnya saat ditemui di kawasan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Minggu (11/8).

 

Dicor dalam Bak Mandi, Pembunuh Ini Dihantui Pemandu Lagu

Fitri Anggraeni, seorang pemandu lagu, dibunuh di Desa Puguh Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah.

Meski saat pembunuhan, Didik Ponco (28) melakukannya dengan cara membabi buta, ia pun mulai merasa dihantui.

Ia mengaku setelah melakukan tindakan sadis itu ia sering menjumpai sosok Fitri menampakan diri padanya.

“Setiap hari saya selalu terbayang-bayang sosok Fitri. Ia selalu mengejar saya. Bahkan semalam saat di dalam sel, dirinya menampakkan diri kepada saya,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Hal itu yang membuat ia mengaku kepada kepolisian saat diperiksa mengenai perkara begal yang ia lakukan.

Kepada polisi ia mengaku selain membegal ia juga telah membunuh seorang pemandu karaoke dan mayatnya dicor dalam bak mandi.

 

 

Dihantui Bocah SD

Pelaku berinisial H merupakan penghuni kontrakan milik kakek korban di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

H yang merupakan tukang bubur diketahui menghilang setelah FA dikabarkan menghilang.

Rabu (3/7/2019) H menyerahkan diri ke kantor polisi di Pemalang, Jawa Tengah dan mengakui perbuatannya telah membunuh FA.

Dikutip dari Tribun Jateng, pelaku merupakan warga Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

H menyerahkan diri ke Polsek Moga setelah pulang ke kampung halamannya di Desa Gendoang.

“H menyerahkan diri ke Polsek Moga sore tadi, ia mengaku selalu dihantui, dan setelah menceritakan perbuatannya ke keluarganya ia pergi ke Polsek setempat,” papar AKP Suhadi, Rabu (3/7/2019) petang.

 

Dihantui Kuntilanak Karena Memperkosa dan Membunuh Seorang Gadis

Tulang belulang NH ditemukan di dalam karung yang terikat di sebuah rumah kosong Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (9/8/2019).

Karung tersebut digunakan salah satu pelaku untuk alas saat memperkosa korban lalu mencekiknya sampai tak bernapas.

Sebulan sebelum tulang belulang putri pasangan Imam Maliki dan Sosiah itu dievakuasi, sejumlah warga melihat penampakan kuntilanak di lokasi

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo saat proses penyidikan membenarkan cerita warga saat berbincang dengan Tribunjateng.com, Kamis (15/8/2019).

Sejumlah teman terdekat, keluarga korban, dan keluarga para tersangka kerap dihantui kuntilanak atau sebulan sebelum tulang belulang NH ditemukan dan dievakuasi.

“Saat pemeriksaan orangtua korban mengaku kerap didatangi sesosok misterius berwujud kuntilanak. Warga lainnya sama, kerap melihat sosok serupa di sekitar lokasi rumah kosong saat melintas,” ujar Bambang.

Tak hanya di rumah orangtua dan warga sekitar, sosok kuntilanak bergentayangan mendatangi rumah para tersangka yang berjumlah 5 orang.

 

 

Sumber: Koranbanjar.net | tribunnewsbogor.com | Merdeka.com

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *