Serba-Serbi Mandau Senjata Khas Suku Dayak

  • Whatsapp
Serba Serbi Mandau Dayak

Dari sekian banyak senjata tradisional suku-suku di Indonesia, Mandau adalah salah satu senjata khas Dayak yang cukup populer.

Senjata Mandau menurut versi yang tertulis Wikipedia Indonesia, disebut Mando (Mandau) adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia.

Read More

Berbeda dengan parang biasa, mandau memiliki ukiran – ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

Mandau Senjata Berkekuatan Magis

Menurut Michael Coomans, dalam bukunya yang berjudul Manusia Daya (1987), orang Dayak hidup dalam kepercayaan tradisi adat. Bagi masyarakat Suku Dayak, kejadian mistis menjadi objek dalam sebuah kepercayaan.

Karenanya, hal-hal yang berbau mistis menjadi hal yang riil dan objektif. Mandau merupakan benda budaya yang lahir tidak lepas dari anggapan magis tersebut. Lebih dari sekadar senjata, masyarakat Suku Dayak percaya di dalam mandau bersemayam roh nenek moyang mereka.

Mengacu dari penjelasan di atas, tak heran banyak orang menyakini bahwa Mandau Asli Suku Dayak memiliki kekuatan magis.

Salah satu kekuatan Mandau yang sampai saat ini dipercaya adalah, Mandau terbang atau senjata Mandau bisa terbang untuk menyasar mangsanya dengan kendali jarak jauh.

Anatomi dan Bahan Baku Mandau Asli

Jika ada Mandau Asli, maka ada pula Mandau palsu atau disebut oleh para tetuha suku Dayak dengan sebutan ‘ambang’. Mandau ini sengaja diolah untuk cinderamata atau hiasan/souvenir. Meski demikian, banyak Mandau hiasan diolah semirip anatomi aslinya dan tetap tajam. Hanya saja tidak memiliki unsur magis di dalamnya.

Secara anatomi, Mandau terdiri dari dua bagian: bilah dan sarung (kumpang). Jika Mandau hiasan terbuat dari besi, Mandau asli justru terbuat dari batu bernama Mantikei. Di dalam batu ini mengandung unsur besi yang melimpah.

Dalam prosesnya, pembuatan Mandau Asli ditangani khusus seorang pandai besi yang memiliki kemampuan “mengisi” Mandau dengan roh nenek moyang. Dari sinilah kekuatan magis Mandau terbangkitkan.

Mandau Asli yang sudah melalui tahapan pengisian memiliki unsur magis yang berdampak dahsyat bagi pemilik/penggunanya. Dalam literasi suku Dayak, ada istilah, Penyang.

Penyang ini adalah bentuk kesaktian yang didapat setelah melakukan ritual pertapaan sampai akhirnya mendapatkan petunjuk/wangsit dari roh leluhur.

Bentuk konkritnya adalah, Penyang ini akan merasuki fisik Mandau sehingga membuatnya luar biasa. Bagi yang memegang Mandau tersebut, maka ia bakal kebal, sakti, dan kuat untuk menghadapi musuh.

Simbol Ukiran dan Bentuk Mandau

Jika Anda memerhatikan dengan baik, pada bagian bilah Mandau dibentuk menyerupai burung Tingang. Bagi masyarakat Suku Dayak, burung Tingang dianggap sebagai burung suci.

Pada bagian lain, yakni kumpang, terbuat dari kayu yang dilapisi tanduk rusa. Kumpang biasanya dihiasai oleh berbagai ukiran. Khusus pada Mandau Asli, ukiran-ukiran ini biasanya mengandung emas dan ukiran ini konon dipercaya mampu mengusir binatang buas yang coba mendekat.

Pada bagian pangkal kumpang, terdapat rajutan rotan yang berfungsi sebagai tali pengait di pinggang. Sementara, pada bagian sisinya, terdapat kantung kecil yang biasa diisi pisau pahat atau senjata tradisional lain yang berukuran lebih kecil dari Mandau.

Harga Mandau Asli dan Mandau Ambang

Harga Mandau Asli dengan kekuataan magis sejauh ini sangatlah variatif, pastinya jutaan rupiah dan proses mendapatkan mandau asli ini pun tidaklah mudah. Berbeda dengan Mandau Ambang, atau Mandau Replika yang terbuat dari besi, justru banyak dijual di pasaran.

Contoh penjual Mandau Ambang yang bisa Anda hubungi via WhatsApp dengan harga relaif murah dan berkualitas bagus bisa menghubungi nomor 085249677090 (whatsapp).

Demikian serba-serbi Mandau yang bisa kami tuliskan. Semoga bermanfaat dan menambah referensi Anda tentang Mandau, Senjata Tradisional Khas Dayak Kalimantan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *