Spanduk warung Lalapan atau Seafood Dipinggir Jalan kok Sama Semua ya?

  • Whatsapp
Spanduk warung Lalapan atau Seafood Dipinggir Jalan kok Sama ya? Pernah kah terpikir dibenakmu, Kenapa spanduk warung lalapan atau seafood yang berada dipinggir jalan desain nya hampir sama? Bahkan ada yang sama lho, Kenapa Ya? Apakah semua itu cabangnya. Ada yang menyebutnya warung Lamongan. Ya memang rata-rata penjualnya adalah orang jawa asli Lamongan, Jawa timur. Pasti bohong kalau kamu nggak pernah lihat spanduk warung tersebut saat melintasi jalan, di manapun jalan yang kamu tuju terutama dikota-kota besar ya. Selama ini kamu makan dan menikmati lezatnya daging ayam atau nila yang dicocol dengan sambal tomat di warung itu, pernah nggak sambil makan terlintas pertanyaan, "Kenapa ya spanduk pecel ayam, lele atau nila sama semua gambarnya?. Hayo ngakuuu.. Penting, kok! Pasalnya, warung-warung makan lain seperti warung nasgor, sate, bakso, soto, dan lain-lain itu punya spanduk dan tagline yang berbeda-beda. Nah, kenapa warung lalapan atau seafood dipinggir jalan sama semua? Ternyata semua itu ada alasan dan cerita di balik nya lho. Desainnya pun ternyata nggak sembarang, punya nilai desain yang apik serta proses pembuatan yang cukup panjang. Yuk simak ulasannya, biar nggak sekedar makan doang, pengetahuan juga penting lho! Mudah ditangkap Mata Saat Melintas Di balik gagahnya ayam jago di gambar spanduk, lekukan tubuh ikan lele yang meliuk-liuk, atau juga gambar bebek yang terlihat kurus seperti belum makan,ternyata punya nilai seni yang juara, lho. Permainan warna kuning, oranye, dan hijau jadi identifikasi spanduk yang mudah ditangkap mata saat melintasi jalanan. Sedangkan yang membedakan di beberapa warung tenda lainnya paling hanya penempatan warna yang dibedakan sedikit. Tempat Percetakan Yang Sama Ternyata, semua penjualnya pasti memesan di satu tempat yang sama! Bahkan tempat percetakan spanduknya bisa langsung mencetak sepanjang 100 meter untuk 10 warung, dan dengan konsep desain yang serupa. Desainnya secara umum juga mengikuti yang sudah ada, sehingga spanduk yang dihasilkan memiliki kemiripan. Kebanyakan pemilik warung tak perlu ambil pusing masalah desain, mereka mempercayakan saja ke tempat percetakanya, alhasil hampir rata-rata desain yang dicetak untuk spanduk adalah sama. Walaupun jika kamu perhatikan secara detail tidak sama persis, tetapi komposisi yang dipakai bisa dibilang sama. Identitas Asli Nah penggunaan spanduk yang seragam inilah yang dijadikan sebagai identitas mereka orang Lamongan. Dan juga agar kelompok paguyunban mereka dikenal. Pokoknya, ibarat anak motor, spanduk itu ibarat almamater yang menandakan bahwa makanan ini khas mereka. Dilansir dari CNN Indonesia, Spanduk warung khas Lamongan ini biasanya dibuat dengan cara dilukis. Namun, seiring bergesernya zaman, teknik-teknik pencetakan baru mulai dipakai. Keunikan spanduk warung pinggir jalan khas Lamongan ini sejatinya adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa seni dan budaya yang tinggi, dan melekat dalam kehidupan sehari-hari dengan sederhana namun penuh makna, seperti kenangan lezatnya lalapan lele, nila dan ayam dari Lamongan.
Ilustrasi | infia.co

Pernahkah terpikir di benakmu, kenapa spanduk warung lalapan atau seafood yang berada dipinggir jalan desainnya hampir sama? Bahkan ada yang sama lho, Kenapa ya? Apakah semua itu cabangnya atau mereka semua bersaudara. hmmmm…

Selain dikenal dengan dengan Warung Lalapan atau Seafood, ada juga yang menyebutnya warung Lamongan. Ya memang rata-rata penjualnya adalah orang jawa asli Lamongan, Jawa timur.

Read More

Pasti bohong kalau kamu nggak pernah lihat spanduk warung tersebut saat melintasi jalan, di manapun jalan yang kamu tuju terutama dikota-kota besar ya.

Selama ini kamu makan dan menikmati lezatnya daging ayam atau ikan nila yang dicocol dengan sambal tomat di warung itu, tapi pernah nggak sambil makan terlintas pertanyaan, “Kenapa ya spanduk pecel ayam, lele atau nila sama semua gambarnya?. Hayo ngakuuu..

Penting, kok! Pasalnya, warung-warung makan lain seperti warung nasgor, sate, bakso, soto, dan lain-lain itu punya spanduk dan tagline yang berbeda-beda. Nah, kenapa warung lalapan atau seafood dipinggir jalan sama semua?

Ternyata semua itu ada alasan dan cerita di balik nya lho. Desainnya pun ternyata nggak sembarang, punya nilai desain yang apik serta proses pembuatan yang cukup panjang.

Yuk simak ulasannya, biar nggak sekedar makan doang, pengetahuan juga penting lho!

Mudah ditangkap Mata Saat Melintas

Di balik gagahnya ayam jago di gambar spanduk, lekukan tubuh ikan lele yang meliuk-liuk, atau juga gambar bebek yang terlihat kurus seperti belum makan,ternyata punya nilai seni yang juara, lho.

Permainan warna kuning, oranye, dan hijau jadi identifikasi spanduk yang mudah ditangkap mata saat melintasi jalanan. Sedangkan yang membedakan di beberapa warung tenda lainnya paling hanya penempatan warna yang dibedakan sedikit.

Tempat Percetakan Yang Sama

Ternyata, semua penjualnya pasti memesan di satu tempat yang sama! Bahkan tempat percetakan spanduknya bisa langsung mencetak sepanjang 100 meter untuk 10 warung dengan konsep desain yang serupa.

Desainnya secara umum juga mengikuti yang sudah ada, sehingga spanduk yang dihasilkan memiliki kemiripan.

Kebanyakan pemilik warung tak perlu ambil pusing masalah desain, mereka mempercayakan saja ke tempat percetakanya, alhasil hampir rata-rata desain yang dicetak untuk spanduk adalah sama.

Walaupun jika kamu perhatikan secara detail tidak sama persis, tetapi komposisi yang dipakai bisa dibilang sama.

Identitas Asli

Nah penggunaan spanduk yang seragam inilah yang dijadikan sebagai identitas mereka orang Lamongan. Dan juga agar kelompok paguyunban mereka dikenal.

Pokoknya, ibarat anak motor, spanduk itu ibarat almamater yang menandakan bahwa makanan ini khas mereka.

Dilansir dari CNN Indonesia, Spanduk warung khas Lamongan ini biasanya dibuat dengan cara dilukis. Namun, seiring bergesernya zaman, teknik-teknik pencetakan baru mulai dipakai.

Keunikan spanduk warung pinggir jalan khas Lamongan ini sejatinya adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa seni dan budaya yang tinggi, dan melekat dalam kehidupan sehari-hari dengan sederhana namun penuh makna, seperti kenangan lezatnya lalapan lele, nila dan ayam dari Lamongan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *