Suka Koleksi Barang Bekas? Awas, Jangan-jangan Kamu Mengidap Penyakit Serius!

  • Whatsapp
Suka Koleksi Barang Bekas? Awas, Jangan-jangan Kamu Mengidap Penyakit Serius!

Apakah kamu hobi menyimpan barang-barang bekas atau hoarding disorder? Awas, itu bisa berarti gangguan dalam dirimu.

Belakangan ini istilah hoarding disorder cukup sering terdengar. Sebenarnya, apasih yang dimaksud dengan gangguan hoarding dan bagaimana ciri-cirinya?

Read More

Hobi mengumpulkan barang tak selamanya positif atau dibenarkan. Terlebih jika yang dikumpulkan adalah barang-barang tanpa nilai jual, misalnya benda kenangan, struk belanja, kardus, kaleng, dan lainnya.

Menurut Asosiasi Psikiater Amerika, perilaku mengoleksi barang yang tak diperlukan atau hoarding disorder ini merupakan gangguan mental serius, di mana pelakunya mengembangkan hubungan erat yang tak wajar dengan barang miliknya.

Penyebab timbulnya gangguan ini sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Hal ini karena pada tiap orang pemicunya bisa berbeda-beda. Dari studi riset yang dilakukan, menimbun barang membuat para hoarder merasa lebih aman dan tenang.

Akan tetapi, kondisi ini sebenarnya menunjukkan pengabaian diri sebab mereka tak memikirkan kesehatan lingkungan tinggalnya. Serta kecendrungan untuk menghindari pengambilan keputusan dengan menjaga barang tetap menumpuk.

Berbeda dengan kolektor yang suka merawat, penderita gangguan hoarding atau hoarder cenderung tak bisa merawat dan menyimpan barangnya dengan rapi.

Akibatnya, ruang tinggal mereka kotor dan berantakan, sehingga mengganggu kesehatan. Dalam beberapa kasus, hoarder bahkan tak hanya menimbun barang tapi juga hewan peliharaan juga di koleksi.

Barang yang “dikoleksi” hoarder juga tidak memiliki nilai ataupun kegunaan, sehingga timbunan barang miliknya hanya akan memenuhi rumah, membuat ruang gerak menjadi terbatas, dan bisa membawa dampak buruk terhadap kesehatan.

Berikut beberapa ciri hoarder yang umum terlihat dilansir dari berbagai sumber:

  1. Tak bisa membuang barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
  2. Cenderung mengisolasi diri dari lingkungan sosial
  3. Tersinggung hingga marah jika ada yang menyentuh barang miliknya.
  4. Resah jika dipaksa untuk membuang barang yang sudah tak berfungsi
  5. Dalam keseharian cenderung perfeksionis, sulit memutuskan sesuatu, dan kesulitan membuat rencana.

Jadi apakah kamu masih suka menyimpan barang yang tak berguna?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment