Tak Kalah dengan Orkes Dangdut, Lantunan Maulid jadi Pilihan Warga

  • Whatsapp
Syair Maulid Nabi

Sehubungan dengan masih berlangsungnya pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia, banyak masyarakat di Tanah Air harus mengadopsi gaya hidup yang baru. Yakni era New Normal.

Salah satunya adalah cara menikmati beragam konten hiburan berkualitas yang saat ini terbatas di rumah saja, mengingat sejumlah bioskop dan tempat hiburan, Wisata beberapa masih ada yang belum buka.

Read More

Namun ada kabar gembira, hajatan seperti resepsi pernikahan, acara syukuran ulang tahun dan kegiatan lainnya yang bersifat mengumpulkan orang banyak sudah mulai dibuka kembali, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan.

Bicara mengenai hajatan, tak asik rasanya jika tanpa diiringi hiburan pendamping. Misalnya Orkes dangdut, tari kuda lumping atau mungkin pembacaan syair-syair maulid.

Pada umumnya, Latunan Syair maulid digelar di pengajian di masjid-masjid, perlombaan yang berhubungan dengan Islam, seperti festival maulid, atau mengiringi ceramah agama hingga lomba qasidah. Namun, sejumlah daerah memiliki cara yang unik dan berbeda untuk melestarikan syair mualid, yakni tampil untuk memeriahkan acara hajatan, seperti resepsi pernikahan.

Tak kalah dengan alunan musik dangdut, Syair maulid yang pasti tak bisa dibandingkan dengan musik dangdut, semakin disenangi warga, baik bagi yang punya hajatan atau tamu undangan yang datang.

Syair Maulid sendiri dalam sejarahnya, tersebut biasanya paling sering dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal, yaitu bulan kelahiran Muhammad SAW. Dan, syair-syair itu dibaca dengan merenungi makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Dalam perkembangannya, pembacaan syair-syair maulid ini tak sekadar dibaca dengan lantunan nada dari mulut, tapi diiringi dengan sejumlah alat musik kasidah, seperti gendang, tamborin, harmonika, dan lainnya. Dengan bantuan alat musik ini, peringatan dan pembacaan syair maulid itu menjadi semakin semarak dan menarik.

Dari sinilah kemudian muncul istilah Maulid habsyi, kasidah, gambus, marawis, dan lainnya. Pembacaan syair-syair maulid yang diselingi dengan alat musik ini diyakini merupakan produk asli musik Islam yang berkembang dari tanah Arab.

Salah satu jenis musik berlatar Islam-Arab yang hingga kini masih populer adalah Maulid Habsyi. Nah, kalau di Kota Banjarbaru, Kalsel, ada salah satu grup maulid Miftahussalam yang bisa Anda hubungi. Grup maulid ini melayani acara seperti pernikahan, rudat, maulid nabi, tasyakuran, tasmiyah, aqiqah, sunatan dan lain-lain.

Untuk kontaknya bisa menghubungi: 0813-4802-8070

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *