Terinspirasi Wali Allah, Toko Beras Ini Punya Cara Unik Memasarkan Dagangannya

  • Whatsapp
Terinspirasi Wali Allah, Toko Beras Ini Punya Cara Unik Memasarkan Dagangannya

SEJAK dulu hingga sekarang, kisah-kisah dari para kekasih Allah atau Wali Allah selalu dapat dicontoh dan menjadi inspirasi dalam beramal di kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam berdagang.

Para kekasih Allah tersebut memberi contoh bahwa berdagang, selain untuk mencari keuntungan, juga bisa menjadi ladang amal untuk akhirat.

Read More

Salah satu contoh Wali Allah yang menggeluti usaha berdagang adalah Abu Bakar As-Siddiq, sahabat Rasulullah yang menjadi khalifah pertama yang ditunjuk langsung oleh umat muslim.

Mencontoh teladan Wali Allah dan ulama-ulama terdahulu, pemilik Toko Beras Sembilan Sembilan di Tanjung Rema Rt 02/Rw 01, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar pun ingin melakukan hal serupa: berdagang sambil beramal.

Toko tersebut memiliki cara unik dalam memasarkan dagangannya, di depan toko tersebut terpasang spanduk dengan tulisan “Hurup Akan Duit Buruk atau Rabit Piyan Wan Baras Disiniā€ (Tukarkan uang lecek atau sobek kalian dengan beras di sini-Red).

Pemilik toko, Dian menjelaskan, terkadang banyak toko-toko atau para pedagang tidak mau menerima uang lecek atau sobek dari pembeli. Oleh karena itu, ia memiliki ide untuk berdagang dengan menerima uang dengan segala kondisi asalkan tidak uang palsu.

“Kami terima semua uang dari pembeli, toh nanti uangnya bisa kami tukarkan di bank,” ujarnya, Kamis (17/12/20).

Ia mengakui, ide unik tersebut juga meneladani Wali Allah yang berniaga atau berdagang tidak pernah menolak ketika pembeli membeli barang dengan uang sobek.

“Selain kami berdagang, kami juga dapat membantu orang dalam berbelanja. Sehingga tak hanya mendapat untung, mudah-mudahan kami juga mendapat berkah dengan membantu sesama,” ungkap Dian.

Dengan menggunakan cara unik dalam memasarkan dagangan, Dian mengungkapkan barangnya jadi cepat laku dan habis.

“Sejauh ini, kami telah memiliki tiga cabang toko beras, di Tanjung Rema, Sungai Kacang dan di Banjarmasin,” sebut Dian. (hum/ras)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *